Kepala BSKDN Minta Daerah Terus Berinovasi setelah Raih Penghargaan

4 days ago 8

loading...

Kepala BSKDN Kemendagri) Yusharto Huntoyungo meminta daerah terus berinovasi setelah raih penghargaan. Foto/istimewa

JAKARTA - Capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi. Keberhasilan daerah dalam meraih penghargaan inovasi justru harus menjadi pemicu untuk memikirkan inovasi berikutnya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo saat menjadi narasumber dalam kegiatan audiensi Pemerintah Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali yang berlangsung di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung pada Selasa, 20 Januari 2026.

Yusharto menyebut, inovasi memiliki sifat dinamis dan menuntut keberlanjutan agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat. “Pemenang inovasi hari ini harus mulai berpikir, inovasi selanjutnya apa. Inovasi itu tidak ada matinya,” ujarnya, Rabu (22/1/2026).

Baca juga: IGA 2025, Kemendagri Berikan Penghargaan kepada 43 Daerah Terinovatif

Yusharto menjelaskan konsep kurva S inovasi, yang menggambarkan setiap inovasi memiliki siklus pertumbuhan hingga mencapai titik kematangan. Pada fase tersebut, daerah dituntut untuk membuka “jendela inovasi” baru agar inovasi tidak berhenti. “Kalau kurva S dibiarkan berhenti, inovasi akan mati. Karena itu, perlu inovasi lanjutan yang saling terhubung,” jelas Yusharto.

Yusharto mencontohkan praktik baik yang dilakukan Kabupaten Banyuwangi, yang mampu membangun ekosistem inovasi secara berkelanjutan. Menurutnya, satu inovasi dapat dikembangkan dan ditautkan dengan inovasi lainnya, sehingga tidak hanya menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah, tetapi berkembang menjadi budaya inovasi di seluruh organisasi perangkat daerah.

Lihat video: Kemendagri Minta Pemda Inovasi untuk Kualitas Pelayanan Publik Lebih Baik

Dirinya juga menyinggung contoh pengembangan inovasi Gempa Genting milik Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, yang pada awalnya berfokus pada penanganan stunting melalui pengelolaan sampah. Dalam perjalanannya, inovasi tersebut terus berkembang hingga melahirkan pendekatan baru yang tidak hanya menyasar aspek kesehatan, tetapi juga peningkatan ekonomi masyarakat.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online