Kisah Haru Pasangan Ingin Membesarkan Bayi Meski Embrio Tertukar Melalui IVF

1 day ago 11

Jakarta -

Kisah haru pasangan suami istri ini tengah viral dan menjadi sorotan, nih Bunda. Tiffany Score dan Steven Mills, di tengah kebingungan dan dilema, justru memilih ingin membesarkan bayi yang ternyata merupakan embrio tertukar lewat program bayi tabung (IVF).

Awalnya Score dan Mills merasa memiliki 'kewajiban moral' untuk menemukan orang tua genetik Shea yang lahir pada Desember lalu, tetapi sekarang ingin terus membesarkannya sebagai putri mereka.

Klinik Kesuburan Orlando menyebabkan pasangan tersebut melahirkan anak yang bukan anak kandung mereka. Score dan Mills melakukan pengujian genetik dan hasilnya pasangan tersebut bukanlah orang tua kandungnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Hasil tes yang diberikan kepada kami kemarin mengkonfirmasi bahwa orang tua genetik bayi kami telah diidentifikasi," kata pasangan itu kepada Daily Mail dalam sebuah pernyataan melalui pengacara mereka, Jack Scarola.

Awal kisah embrio tertukar dari program bayi tabung

Score dan Mills membuat dan membekukan embrio enam tahun lalu menggunakan IVF. Upaya pertama Score untuk hamil pada Februari 2025 gagal, tetapi upaya kedua dilakukan pada 7 April.

Prosedur tersebut melibatkan pencairan, inkubasi, dan kemudian penanaman embrio yang telah diberi label. Pengujian genetik mengidentifikasi 'Pasien 004' sebagai orang tua kandung Shea.

Pasangan tersebut, yang menggugat Fertility Center of Orlando, mengatakan bahwa mereka merahasiakan identitas orang tua tersebut. "Ini mengakhiri satu bab dalam perjalanan kami yang memilukan," kata pasangan itu dalam pernyataan mereka dikutip dari People.

Score dan Mills, yang menggugat klinik IVF tahun lalu, beberapa bulan sebelum nama mereka dipublikasikan, melanjutkan dengan mengatakan bahwa mereka akan merahasiakan identitas orang tua biologis putri mereka, dan mencatat bahwa mereka berniat sepenuhnya untuk bekerja sama dalam menghormati privasi mereka.

"Hanya satu hal yang benar-benar pasti hari ini seperti pada hari putri kami lahir, kami akan mencintai dan akan menjadi orang tua anak ini selamanya," tambah mereka tentang bayi Shea, yang sekarang berusia 4 bulan.

Namun, menurut Scarola, masih ada pertanyaan yang tersisa tentang nasib embrio Score dan Mills. "Selain itu, pertanyaan tentang nasib embrio kami sendiri masih belum terjawab dan bahkan lebih kecil kemungkinannya untuk pernah terjawab,.

"Proses hukum saat ini akan tetap terbuka untuk menangani masalah tersebut," tambah Scarola.

"Namun, kami berharap bahwa kami sekarang juga akan mulai fokus pada kebutuhan klien kami untuk mendapatkan kompensasi atas pengeluaran yang telah mereka keluarkan dan trauma emosional berat yang telah mereka alami dan akan terus alami."

Kekhawatiran bayi diambil orang tua biologis

Menurut gugatan yang sebelumnya diperoleh People, Score dan Mills, meminta bantuan Fertility Center of Orlando, di Longwood, Florida, untuk memulai keluarga mereka. Pasangan tersebut menghasilkan dan menyimpan tiga embrio yang layak.

April lalu, Score diduga diimplan dengan salah satu embrio tersebut yang diduga tertukar. Menurut keduanya, mereka tidak pernah mereka mempertanyakan selama kehamilannya.

Tetapi pada 11 Desember 2025, ketika pasangan tersebut, yang keduanya berkulit putih, menyambut bayi Shea Score Mills, mereka melihat bayi tersebut tidak mirip dengan salah satu dari mereka.

Pasangan itu mengatakan bahwa meskipun mereka mencintai putrinya lebih dari yang dapat diungkapkan dengan kata-kata, keduanya merasa memiliki kewajiban moral untuk menemukan orang tua biologisnya. Pasutri itu juga khawatir putrinya diambil dari mereka kapan saja dan diberikan kepada orang tua biologisnya.

Dalam pernyataan sebelumnya, Score dan Mills mengatakan pengambilan tindakan hukum diharapkan dapat membuat keduanya memulai hidup dengan lebih bebas. Shea benar-benar tidak bersalah dan sama sekali tidak pantas menerima semua ini.

Laporan berita mengaitkan kekeliruan tersebut dengan pasien lain dengan nama belakang yang mirip dengan Mills yang menjalani transfer embrio pada hari yang sama di Klinik Kesuburan Orlando dan melahirkan pada Desember.

Scarola, mengatakan kepada Daily Mail bahwa individu yang menghubungi pasangan tersebut bukanlah Pasien 004.

“Tidak ada alasan untuk percaya bahwa bayinya adalah anak kandung klien kami,” tambahnya.

Apakah kasus embrio tertukar sering terjadi?

Kasus tertukarnya embrio di klinik IVF sangat jarang terjadi. Data dari berbagai laporan medis menunjukkan bahwa tingkat kesalahan dalam prosedur IVF sangat rendah, karena berbagai alasan yang dirangkum dari berbagai sumber. Antara lain:

1. Identifikasi berulang

Setiap sampel (sel telur, sperma, embrio) diberi label unik verifikasi manual dan digital.

2. Sistem double-check

Biasanya, minimal dua tenaga medis memverifikasi setiap tahap terutama saat pembuahan dan transfer embrio

3. Teknologi tracking

Banyak klinik menggunakan barcode sistem witnessing elektronik untuk meminimalkan human error

4. Standar internasional ketat

Pedoman dari organisasi seperti American Society for Reproductive Medicine dan ESHRE mengatur alur kerja laboratorium keamanan identifikasi audit berkala.

Meski sistem pengamanan sudah berlapis, ternyata risiko tidak pernah benar-benar nol.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online