Mahasiswa Indonesia-Jepang Ubah Limbah Jaring Ikan Jadi Produk Bernilai Ekonomi

3 hours ago 2

loading...

Sejumlah mahasiswa Indonesia dan Jepang mengembangkan inovasi ekonomi sirkular dengan mengolah limbah jaring ikan di Tanimbar menjadi produk bernilai ekonomi. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Sejumlah mahasiswa Indonesia dan Jepang mengembangkan inovasi ekonomi sirkular dengan mengolah limbah jaring ikan di Tanimbar serta sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi. Kedua proyek tersebut mengintegrasikan solusi persoalan lingkungan dengan peluang pengembangan usaha berkelanjutan.

"BESTS memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk keluar dari ruang kelas dan melihat secara langsung bagaimana isu sustainability hadir dalam kehidupan masyarakat maupun dunia industri," kata Dekan Faculty of Engineering and Technology Sampoerna University, Farid Triawan dalam keterangannya, Jumat (19/9/2026).

Baca Juga: Sulap Sampah Jadi Listrik untuk 100.000 Rumah, Danantara Investasi Rp2,8 Triliun di Bogor

Salah satu inovasi bertajuk A Circular Economy Business for Fishing-Net Waste in Tanimbar dikembangkan Chintya Ramadhani, Keyzia Ariola Putri, Stivan Delon Sahertian, Tsukui Shun, dan Mardo Malawau. Proyek tersebut mengeksplorasi pemanfaatan kembali limbah jaring ikan melalui proses daur ulang untuk mendukung pengembangan jaring ikan yang lebih ramah lingkungan.

Inovasi lainnya, Eco-Fuel, digarap Harsen Ramadhan, Luthfi Ahmad, Nona Brillyanti, Koki Nakazaki, dan Hiroki Nozaki dengan mengolah limbah plastik bernilai ekonomi rendah melalui proses pirolisis menjadi bahan bakar cair alternatif. Gagasan tersebut diarahkan untuk menjawab persoalan tingginya biaya bahan bakar pertanian sekaligus keterbatasan penyerapan limbah plastik dalam sistem pengelolaan sampah.

Kedua proyek dikembangkan melalui Building Entrepreneurial Mindset for Sustainable Technology and Society (BESTS) Program 2026, hasil kolaborasi Sampoerna University dan Institute of Science Tokyo, Jepang. Program tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mengidentifikasi persoalan lingkungan dan merancang solusi melalui pembelajaran lintas negara serta disiplin ilmu, dengan melibatkan perwakilan industri, termasuk INPEX Masela Ltd.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online