loading...
Nisfu Syaban atau pertengahan bulan Syaban (15 Syaban) dalam Kalender Islam ini bertepatan dengan tanggal 3 Februari 2026 mendatang. Sedangkan malam Nisfu Syaban akan dimulai dari tanggal 2 Februari di waktu setelah maghrib. Foto ilustrasi/ist
Mengapa ada malam Nisfu Syaban ? Bagaimana sejarah dan asal-usul adanya malam istimewa di bulan Syaban tersebut? Dan siapa pencetusnya? Simak ulasannya dalam artikel berikut ini:
Nisfu Syaban atau pertengahan bulan Syaban (15 Syaban) dalam Kalender Islam ini bertepatan dengan tanggal 3 Februari 2026 mendatang. Sedangkan malam Nisfu Syaban akan dimulai dari tanggal 2 Februari di waktu setelah maghrib. Malam Nisfu Syaban bagi umat Islam dianggap malam istimewa dan banyak keutamaan.
Nama-nama Nisfu Syaban ini diterjemahkan menjadi "malam pengampunan dosa", "malam berdoa" dan "malam pembebasan", dan sering kali diperingati dengan berjaga sepanjang malam untuk beribadah, berzikir, membaca Al-Quran, berselawat dan muhasabah diri.
Ibnu Rajab, salah satu ulama kondang dari Mazhab Al-Hanabilah , dalam kitabnya "Lathaif Al-Ma’arif fima li Mawasim Al-Aam min Al-Wadha'if" menyebut budaya menghidupkan malam nisfu Syaban adalah Syaikh Khalid bin Ma’dan bin Abi Karb al-Kila’iy dari Syam (Wafat: 104 Hijrah). Beliau seorang ulama dari kalangan tabi’in yang ahli ibadah.
Baca juga: Asal-usul dan Sejarah Singkat Disyariatkannya Puasa Ramadan
Namanya tertulis dalam daftar rijal ulama hadis. Beliau masuk dalam kategori tsiqah, dan terkenal sebagai seorang ahli ibadah yang wara’. Khalid lahir di Yaman, akan tetapi lama tinggal di Hamsh, Syam dan wafat di tempat yang sama.
Dalam kitabnya al-A’lam (2/299), Imam Al-Zirikli menukil cerita dari Ibnu Asakir. Dia (Ibnu Asakir) menyebutkan bahwa Khalid bin Ma’dan orang yang rajin sekali bertasbih. Saat sedang sekarat pun, tangannya terlihat bergerak seperti sedang bertasbih.
Dari kebiasaan yang dilakukan oleh Khalid bin Ma’dan, lalu diikuti oleh ulama syam lainnya; Makhul, juga Luqman bin ‘Amir. Kebiasaan itu pun diikuti oleh para masyarakat. Bukan hanya sekitaran Syam, akan tetapi hampir seluruh pelosok negeri Islam, melakukan kebiasaan menghidupkan malam nisfu Syaban ini.
Perihal keutamaan malam Nisfu Sya'ban dijelaskan Asy-Syaikh As-Sayyid Abu Al-Fadhl Abdullah bin Muhammad bin Ash-Siddiq Al-Ghumari Asy-Syadziliyyah (wafat 1993 M di Maroko) dalam risalahnya berjudul "Kitab Husnul Bayan fi Lailatin Nishfi min Syaban".
.png)
















































