loading...
Negara-negara Arab tidak bersimpati atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan AS dan Israel. Foto/khamenei.ir
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah meninggal dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu pekan lalu. Tak ada simpati maupun ucapan belasungkawa dari negara-negara Arab, justru permusuhan berkobar.
Negara-negara Arab diam atas kematian Khamenei. Respons kemarahan justru bermunculan karena negara-negara tersebut menjadi target serangan balas dendam Iran, dengan alasan negara-negara itu menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.
Baca Juga: AS Hancurkan dan Tenggelamkan 9 Kapal Angkatan Laut Iran
Liga Arab yang beranggotakan 22 negara menyebut serangan Iran terhadap tetangga Arab-nya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara-negara yang mengadvokasi perdamaian dan berupaya mencapai stabilitas.
Maroko, Yordania, Suriah, dan Uni Emirat Arab mengecam serangan Iran yang menargetkan pangkalan militer AS, termasuk di Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Di bawah mantan Presiden Bashar Assad, Suriah termasuk di antara sekutu regional terdekat Iran dan pengkritik Israel, namun pernyataan dari Kementerian Luar Negerinya secara khusus mengutuk Iran, mencerminkan upaya pemerintah baru untuk membangun kembali hubungan dengan kekuatan ekonomi regional dan Amerika Serikat.
Arab Saudi mengatakan,"Kerajaan mengutuk dan mengecam dengan sekeras-kerasnya agresi Iran yang khianat dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan.”
Respons solidaritas justru muncul dari Rusia, China, Korea Utara, Turki, dan kelompok-kelompok milisi pro-Iran.
Presiden Rusia Vladimir Putin, misalnya, menggambarkan pembunuhan Khamenei sebagai “pembunuhan sinis” yang melanggar semua standar moralitas manusia dan hukum internasional.
.png)

















































