Mengenal Striae Gravidarum pada Ibu Hamil dari Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

11 hours ago 5

Jakarta -

Bunda pernah mendengar istilah striae gravidarum? Ini merupakan istilah medis dari stretch mark, masalah umum yang sering dialami ibu hamil. Stretch mark ini biasanya berupa garis-garis berwarna merah, ungu, atau putih yang timbul di permukaan kulit saat kulit meregang secara berlebihan dalam waktu singkat. 

Melansir dari laman International Journal of Reproduction, Contraception, Obstetrics and Gynecology, stretch mark pada perut yang ditemukan selama kehamilan dapat mengindikasikan elastisitas kulit yang buruk. Perempuan yang tidak memiliki stretch mark mungkin memiliki elastisitas kulit yang lebih baik dan lebih kecil kemungkinannya untuk merobek jaringan perineum dan vagina selama persalinan pervaginam. 

Penyebab striae gravidarum atau stretch mark

Striae gravidarum (SG) adalah fenomena stretch mark yang umum terjadi selama kehamilan dan dapat menjadi indikator elastisitas kulit yang buruk. Jenis dan jumlah kolagen dalam jaringan ikat berperan dalam menentukan indeks elastisitas individu. 

Permukaan kulit terdiri dari jaringan kompleks garis-garis tipis yang bersilangan. Hubungan dua dimensi antara garis primer dan sekunder menentukan tekstur kulit dan tingkat ketidakrataannya.

Lantas apa yang menyebabkan SG alias stretch mark? Ini disebabkan perubahan struktural jaringan ikat akibat perubahan hormonal pada keselarasan dan berkurangnya elastin dan fibrilin di dermis. Atau secara rinci disebabkan:

  • Perluasan kulit yang cepat: Kehamilan membuat rahim membesar, berat badan naik, kulit di area perut, pinggul, paha, dan payudara meregang dengan cepat. Ini dapat menyebabkan kerusakan dermis (lapisan tengah kulit) dan munculnya garis garis tipis.
  • Perubahan hormon: Hormon kehamilan dapat memengaruhi elastisitas kulit dan jaringan ikat. Sebuah studi menyebut bahwa striae gravidarum adalah perubahan jaringan ikat yang umum selama kehamilan.

Faktor risiko individu:

  • Usia muda (misalnya ibu hamil di bawah 20 tahun) berisiko lebih tinggi.
  • Riwayat keluarga: Apabila ibu atau saudara pernah mengalami stretch mark, Bunda kemungkinan berisiko tinggi mengalaminya.
  • Berat badan yang bertambah cepat: Berat Bunda yang bertambah cepat atau bayi yang lahir besar juga dapat membuat kulit meregang.
  • Kehamilan pertama: Kehamilan pertama berisiko lebih tinggi mengalami stretch mark ketimbang kehamilan berikutnya.

Jenis-jenis striae gravidarum atau stretch mark

Kulit yang mengalami striae gravidarum atau stretch mark umumnya berkembang melalui dua tahap utama, dan tiap tahap memiliki karakteristik sendiri.

1. Striae rubra

Striae rubra ini berarti stretch mark merah untuk tahap awal. Garis-garis di kulit muncul sebagai garis tipis merah, ungu atau kemerahan. Umumnya stretch mark terlihat datar atau tidak menonjol di atas kulit. Jika menderita stretch mark yang satu ini umumnya Bunda akan mengalami rasa gatal yang cukup hebat.

Tanda ini menunjukkan bahwa kerusakan atau peregangan kulit cukup baru dan masih aktif. Jika Bunda menyadari lebih awal pada tahap ini, dan kulit dirawat dengan lembut, maka potensi mengurangi tampilan garis bisa lebih baik daripada jika dibiarkan lama.

2. Striae alba

Jika garis-garis yang muncul tidak mendapatkan intervensi atau hanya sedikit setelah beberapa waktu maka warnanya akan berubah menjadi putih atau keperakan, lebih tipis, dan tampak seperti bekas‐bekas scar pada kulit. Ini yang disebut striae alba. Stertch mark jenis ini cenderung permanen atau sulit diubah sepenuhnya.

Dilansir laman Pubmed, British Journal of Dermatology menuliskan bahwa beberapa penelitian menyebut bahwa perawatan pada tahap striae rubra akan lebih efektif dibandingkan ketika sudah menjadi striae alba.

Apakah striae gravidarum atau stretch mark selama hamil berbahaya?

Umumnya striae gravidarum atau stretch mark selama hamil tidak berbahaya secara medi. Tapi kondisi tersebut bisa berdampak pada aspek lain seperti kepercayaan diri atau kualitas hidup.

Stretch mark ini perubahan fisik pada kulit akibat peregangan dan hormon, jadi bukan kondisi yang dapat membahayakan ibu dan janin dalam kebanyakan kasus. Meski tak berbahaya, jika bermunculan dengan kondisi kulit lainnya maka ibu hamil perlu berkonsultasi ke dokter kulit atau dokter kandungan.

Stretch MarkStretch Mark/ Foto: Getty Images/iStockphoto

Cara mencegah striae gravidarum atau stretch mark pada ibu hamil

Dr. Cynthia Cobb, seorang praktisi perawat yang mengkhususkan diri dalam kesehatan wanita, estetika dan kosmetik, serta perawatan kulit, mengatakan bahwa konon cara terbaik ibu hamil mencegah stretch mark adalah dengan perlahan atau bertahap dalam menambah berat badan. Ibu hamil dapat bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan untuk merencanakan diet dan olahraga. Ini dapat membantu menghindari penambahan berat badan yang terlalu banyak.

Kendra Segura, MD, Dokter Kandungan dan Ginekologi mengatakan sebenarnya tidak ada cara yang pasti untuk mencegahnya. Namun, ada beberapa cara untuk meminimalkan kemunculannya, seperti:

1. Minum banyak air

"Minum air selama kehamilan penting karena beberapa alasan. Tidak hanya membantu perkembangan bayi, tetapi juga membantu menjaga kesehatan kulit Anda, yang pada gilirannya dapat membantu mengatasi munculnya stretch mark," kata Segura dilansir dari The Bump.

Segura tak lupa mengingatkan, meski beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum air dapat meningkatkan kesehatan kulit, belum ada bukti kuat bahwa hal itu dapat mencegah stretch mark selama kehamilan.

2. Perhatikan pola makan dan nutrisi

Ibu hamil juga perlu memperhatikan pola makan sehari-hari. Nutrisi dan hidrasi dapat membantu meminimalkan stretch mark jika mulai muncul. Untuk itu, ibu hamil teruslah mengonsumsi makanan padat nutrisi, minum banyak air setiap hari, dan minum suplemen prenatal.

Ibu hamil dapat mengonsumsi makanan utuh yang mengandung banyak vitamin C, vitamin D, seng, kolagen, dan vitamin E untuk membantu kulit memiliki elastisitas yang dibutuhkan untuk meregang selama kehamilan.

Fokus pada nutrisi juga dapat membantu agar kenaikan berat badan dengan baik serta bertahap. Ini juga dapat membantu meminimalkan risiko dan munculnya stretch mark.

3. Jaga kelembapan kulit

Ada banyak krim stretch mark di pasaran yang dirancang untuk meminimalkan munculnya stretch mark selama kehamilan. Losion atau krim ini memang tidak menjamin akan berhasil meminimalkan stretch mark, namun pelembap menjadi cara yang bagus untuk melindungi elastisitas kulit.

Selain memilih produk yang aman untuk kehamilan yang menghidrasi kulit, American Academy of Dermatology Association (AAD) juga mencatat bahwa intervensi dini mungkin penting, karena penggunaan pelembap pada stretch mark awal kehamilan mungkin memiliki efek yang lebih besar daripada pada stretch mark yang sudah matang. 

4. Hindari asupan kafein

Dikutip dari CNN, ibu hamil sebaiknya membatasi asupan kafein seperti di kopi atau teh. Ini karena kafein dapat meningkatkan risiko munculnya stretch mark saat hamil. Jika ibu hamil memilih konsumsi kafein selama hamil, sebaiknya diimbangi dengan cukupnya asupan air mineral.

5. Pijat secara teratur

Ibu hamil dapat meluangkan waktu untuk benar-benar memijat produk ke kulit dan menggunakannya setiap hari selama berminggu-minggu. Hasilnya kemungkinan memerlukan waktu. Pijat dapat meningkatkan sirkulasi darah serta membantu penyerapan pelembap lebih optimal.

6. Tahan untuk tidak menggaruk

Ibu hamil sebaiknya menahan diri dari keinginan menggaruk. Salah satu cara meredakannya dengan mengoleskan pelembap ke area tersebut.

7. Oles minyak zaitun

Dokter spesialis kulit dan kelamin, Ruri D. Pamela menganjurkan untuk mengoleskan minyak zaitun ke area stretch mark agar tidak berubah menjadi putih. 

"Regangan kulit stretch mark akan terlihat nyata bila kulit dalam kondisi kering," ungkap Ruri.

Menurut Ruri, minyak zaitun dapat bertindak sebagai pelumas atau pelembap kulit, asalkan digunakan secara rutin dan konsisten. Minyak zaitun juga cukup aman untuk ibu hamil karena jarang yang mengalami iritasi atau alergi akibat minyak zaitun.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online