Motor brebet saat digas? Ini penyebab dan cara mengatasinya

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Motor yang terasa brebet saat digas biasanya ditandai dengan mesin tersendat, kehilangan tenaga atau respons gas yang tidak mulus. Kondisi ini dapat berkaitan dengan sistem pengapian, bahan bakar hingga aliran udara ke mesin.

Secara umum, proses pembakaran mesin membutuhkan pasokan udara dan bahan bakar yang sesuai serta percikan api yang kuat. Ketika salah satu komponen tersebut bermasalah, pembakaran dapat terganggu dan motor terasa brebet saat berakselerasi.

Penyebab motor brebet saat digas

Berikut sejumlah penyebab yang perlu diperiksa ketika motor mulai brebet.

1. Busi kotor atau sudah aus

Busi berfungsi menghasilkan percikan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. Jika busi kotor atau sudah aus, percikan api dapat melemah sehingga pembakaran tidak berlangsung optimal.

Gejalanya dapat berupa mesin tersendat, sulit dinyalakan, tenaga berkurang hingga konsumsi bahan bakar meningkat.

Solusinya, periksa kondisi busi dan ganti jika sudah tidak sesuai dengan kondisi yang direkomendasikan pabrikan. Jangan hanya mengganti busi jika ditemukan indikasi masalah lain pada sistem pembakaran.

Baca juga: Aki motor gampang tekor? Ini 8 penyebab dan cara mengatasinya

2. Filter udara kotor

Filter udara yang terlalu kotor dapat membatasi jumlah udara yang masuk ke mesin. Kondisi tersebut dapat mengganggu keseimbangan campuran udara dan bahan bakar sehingga pembakaran tidak optimal.

Yamaha menjelaskan filter udara yang kotor dapat menghambat aliran udara dan membuat respons mesin menurun.

Membersihkan atau mengganti filter udara sesuai kondisi dan jadwal perawatan dapat membantu menjaga aliran udara ke mesin tetap baik.

3. Injektor atau karburator bermasalah

Pada motor injeksi, injektor bertugas menyemprotkan bahan bakar dalam jumlah dan waktu tertentu. Jika injektor kotor atau tersumbat, pola semprotan bahan bakar dapat terganggu sehingga pembakaran menjadi tidak sempurna.

Sementara pada motor yang masih menggunakan karburator, kotoran pada karburator atau saluran seperti pilot jet dapat mengganggu pasokan bahan bakar.

Pembersihan sistem bahan bakar dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Untuk motor injeksi yang mengalami masalah berulang, pemeriksaan di bengkel dapat membantu memastikan sumber gangguan.

Baca juga: Lampu check engine kendaraan menyala? Ini penyebab dan solusinya

4. Kualitas bahan bakar kurang baik

Bahan bakar yang terkontaminasi atau tidak sesuai kebutuhan mesin juga dapat memengaruhi proses pembakaran.

Kondisi tersebut dapat membuat mesin bekerja tidak optimal dan memunculkan gejala seperti brebet atau kehilangan tenaga saat gas dibuka.

Karena itu, gunakan bahan bakar dari sumber terpercaya dan sesuai rekomendasi kendaraan.

5. Throttle body atau sensor kotor

Motor injeksi mengandalkan berbagai sensor untuk mengatur kerja mesin. Throttle body yang kotor atau gangguan pada sensor tertentu dapat menyebabkan pengaturan udara dan bahan bakar tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Yamaha menyebut throttle body yang kotor dapat memengaruhi respons gas dan kestabilan mesin.

Jika motor sudah dilengkapi sistem injeksi elektronik dan gejala brebet disertai lampu indikator mesin menyala, pemeriksaan menggunakan alat diagnostik di bengkel dapat membantu menemukan kode kesalahan.

6. Koil atau sistem pengapian bermasalah

Selain busi, sistem pengapian juga mencakup komponen seperti koil. Gangguan pada sistem tersebut dapat membuat percikan api tidak cukup kuat atau tidak konsisten.

Akibatnya, campuran udara dan bahan bakar tidak terbakar secara sempurna sehingga motor dapat terasa tersendat ketika gas dibuka.

Baca juga: Rem kendaraan bunyi berdecit? Ini penyebab dan cara mengatasinya

7. Kompresi mesin menurun

Jika komponen pengapian, filter udara dan sistem bahan bakar sudah diperiksa tetapi motor masih brebet, masalah bisa berasal dari bagian mekanis mesin.

Kompresi rendah, misalnya akibat keausan ring piston atau masalah pada klep, dapat membuat tenaga mesin berkurang. Kondisi ini membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh mekanik.

Cara mengatasi motor brebet

Penanganan sebaiknya dimulai dari pemeriksaan yang sederhana. Pemilik motor dapat mengecek kondisi busi, filter udara, kualitas bahan bakar serta memastikan tidak ada indikasi masalah pada sistem bahan bakar.

Untuk motor injeksi, throttle body dan injektor juga perlu diperiksa jika kondisinya sudah kotor. Namun, pembersihan komponen tertentu sebaiknya dilakukan dengan metode dan peralatan yang sesuai agar tidak menimbulkan kerusakan baru.

Perawatan berkala juga penting. Yamaha menyebut busi, filter udara dan sistem bahan bakar termasuk bagian yang berpengaruh terhadap pembakaran serta performa motor.

Jika brebet terus terjadi, semakin parah, motor kehilangan tenaga secara signifikan atau lampu indikator mesin menyala, sebaiknya motor segera diperiksa di bengkel. Pemeriksaan profesional diperlukan untuk mengetahui apakah masalah hanya berasal dari komponen perawatan rutin atau sudah berkaitan dengan sistem mekanis dan elektronik.

Dengan demikian, motor yang brebet saat digas tidak selalu disebabkan oleh satu komponen. Pemeriksaan perlu dilakukan secara bertahap mulai dari busi, filter udara, bahan bakar, injektor atau karburator, throttle body, sistem pengapian hingga kompresi mesin. Perawatan rutin dapat membantu mencegah gangguan tersebut sekaligus menjaga performa motor tetap optimal.

Baca juga: Pertamina cek lebih dari 500 SPBU di Jatim imbas motor 'brebet'

Baca juga: YLKI nilai positif upaya Pertamina hadapi kasus Pertalite di Jatim

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online