loading...
Serangan rudal Iran dengan hulu ledak cluster menghujani wilayah Israel. Pendiri Hamas Sheikh Ahmed Ismail Hassan Yassin pernah memprediksi Negara Israel lenyap tahun 2027. Foto/Money Control
JAKARTA - Ketika perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel berkobar di Timur Tengah, prediksi atau ramalan lama dari Sheih Yassin tentang Negara Israel akan lenyap pada 2027 menjadi viral di media sosial.
Perang dimulai sejak 28 Februari lalu ketika AS dan Israel melakukan serangan udara gabungan terhadap berbagai situs di Iran. Serangan ini telah menewaskan lebih dari 1.400 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Di pihak Israel sebanyak 14 orang tewas, dan di pihak AS sebanyak 13 tentara tewas. Sedangkan di Lebanon sekitar 773 orang tewas.
Baca Juga: Ramalan Sheikh Yassin Negara Israel Lenyap 2027 dan 3 Tanda-tandanya
Iran telah meluncurkan gelombang serangan rudal ke-46 yang menargetkan Israel dan situs-situs militer AS di seluruh Timur Tengah. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeklaim bahwa kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, mengalami kerusakan parah akibat serangan rudal dan drone—namun dibantah militer Amerika.
Perang belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti meski sudah memasuki minggu ketiga. Presiden AS Donald Trump bahkan mengancam akan menyerang lagi Pulau Kharg, situs pusat ekspor minyak Iran. "Kita mungkin akan menyerangnya beberapa kali lagi hanya untuk bersenang-senang," kata Trump kepada NBC News, yang dilansir Minggu (15/3/2026).
Pemimpin Amerika itu kemudian mengeklaim bahwa Teheran tampaknya siap untuk membuat kesepakatan untuk mengakhiri konflik. "[Namun] syarat-syaratnya belum cukup baik," ujarnya.
Sosok Sheikh Ahmed Ismail Hassan Yassin, salah satu tokoh pendiri Hamas yang telah lama meninggal, kembali viral di tengah perang Iran melawan AS-Israel. Kali ini terkait prediksinya tentang Negara Israel yang akan lenyap pada 2027 mendatang.
Prediksi itu sebenarnya disampaikan Yassin saat wawancaranya dengan jurnalis Al Jazeera, Ahmed Mansour, pada 8 Mei 1999. Sheikh Yassin meninggal pada 2 Maret 2004.
"Israel berdiri di atas kezaliman dan penindasan, sehingga segala sesuatu yang lahir dari penindasan akan berakhir pada kehancuran," kata Yassin dalam wawacara tersebut.
Menurutnya, Israel memang didukung oleh kekuatan yang besar, namun kekuatan itu tidak ada yang kekal. Dia mengibaratkan kekuatan itu sama halnya seperti manusia yang lahir, tumbuh, besar, tua dan kemudian meninggal.
Sama halnya dengan sebuah negara, kata Yassin, negara tersebut akan tumbuh, berkembang sedikit demi sedikit, berada pada puncak kejayaannya kemudian akan hancur.
Yassin menyampaikan prediksi tentang lenyapnya Negara Israel ketika negara pendudukan itu berusia 50 tahun. "Saya katakan, Insya Allah Israel akan hancur di awal abad mendatang, tepatnya pada 2027, Israel tidak akan ada lagi," katanya saat itu.
Menurutnya, analisa tersebut dia yakini dari Al-Qur'an. Dia mengatakan ada fase generasi setiap 40 tahun akan berubah. "Karena saya beriman kepada Al-Qur'an yang mulia, Al-Qur'an mengatakan generasi akan berubah setiap 40 tahun," katanya.
.png)

















































