Perkuat Pasokan Industri Aluminium, DCC Resmikan Fasilitas Produksi CTP Binder Pertama di Indonesia

9 hours ago 5

loading...

PT Dongsuh Chemical Cilegon (DCC) meresmikan fasilitas produksi Coal Tar Pitch (CTP) Binder pertama di Indonesia. Foto/Dok

BANTEN - PT Dongsuh Chemical Cilegon (DCC) meresmikan fasilitas produksi Coal Tar Pitch (CTP) Binder pertama di Indonesia pada 19 Agustus 2026 di Cilegon, Banten. Dengan kapasitas produksi mencapai 50.000 ton CTP Binder dan 38.000 ton Creosote Oil per tahun, fasilitas ini menjadi investasi strategis dalam memperkuat rantai pasok bahan baku industri aluminium nasional sekaligus mendukung upaya pengurangan ketergantungan Indonesia terhadap impor.

Peresmian fasilitas tersebut dihadiri sekitar 300 tamu undangan, yang terdiri atas perwakilan Pemerintah Indonesia, pelaku industri, pelanggan, serta mitra bisnis. Momentum ini menandai dimulainya operasional fasilitas produksi yang diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan bahan baku strategis bagi industri aluminium nasional sekaligus memperkuat daya saing sektor manufaktur Indonesia.

CTP Binder merupakan material utama dalam pembuatan carbon anode, yaitu komponen yang digunakan pada proses peleburan aluminium. Material ini berperan penting dalam menjaga efisiensi proses produksi, kestabilan operasi, serta kualitas aluminium yang dihasilkan.

Baca Juga: PT Dongsuh Indonesia Hadir di Cikande, Sekda: Jangan Lupa CSR untuk Warga Serang

Fasilitas produksi DCC memanfaatkan Soft Pitch yang diproduksi oleh PT Krakatau Poschem Dongsuh Chemical (KPDC) sebagai bahan baku utama. Integrasi antara KPDC dan DCC menciptakan rantai pasok domestik yang terhubung dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi Soft Pitch hingga pengolahan menjadi CTP Binder berkualitas tinggi.

Model integrasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, menjamin stabilitas pasokan, serta memperkuat ketahanan industri nasional. Sebagai fasilitas produksi CTP Binder pertama di Indonesia yang dibangun khusus untuk mendukung industri aluminium, investasi ini memiliki arti strategis bagi pengembangan industri nasional. Selama ini, kebutuhan CTP Binder masih bergantung pada pasokan impor.

Kehadiran fasilitas DCC menjadi langkah penting dalam membangun rantai pasok domestik yang lebih tangguh sekaligus mendukung agenda hilirisasi dan peningkatan nilai tambah industri di Indonesia.

Baca Juga: Prabowo Resmikan Pabrik Lotte Chemical di Cilegon Senilai Rp65 Triliun

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online