loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tidak mengizinkan mobil dinas digunakan untuk mudik ke kampung halaman. Foto/SindoNews
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tidak mengizinkan mobil dinas milik Pemprov DKI Jakarta digunakan untuk mudik ke kampung halaman oleh pegawai Pemprov Jakarta. Pramono menegaskan akan memberikan sanksi bagi yang melanggar.
"Berkaitan mobil dinas untuk mudik, saya tidak izinkan. Siapa pun yang melakukan pelanggaran terhadap itu akan dikenakan sanksi berat. Jadi untuk mobil dinas bagi para pejabat DKI Jakarta sama sekali tidak diizinkan," ujarnya, di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Pramono, siapa pun yang melanggar mudik menggunakan mobil dinas, bakal diberikan sanksi berat. Adapun soal Pawai Ogoh-Ogoh guna memperingati Hari Raya Nyepi pada Minggu, 8 Maret 2026 esok, Pramono mengaku akan datang pula bersama Wagub Jakarta, Rano Karno.
Baca juga: Safari Ramadan di Ponpes Al Hamid Cipayung, Pramono Anung Ajak Warga Jaga Keteduhan
"Besok memang akan ada pawai ogoh-ogoh dan mungkin juga baru pertama kali nanti di Bundaran HI akan dipasang penjor. Hadir Bapak Wakil Gubernur dan saya juga akan hadir," tuturnya.
Pramono menambahkan, Pawai Ogoh-Ogoh untuk pertama kalinya di Bundaran HI itu menunjukan keberagaman di Jakarta menjadi hal keseharian hidup. Pasalnya, Jakarta itu multikultural dan multi etnis.
Lihat video: Hindari Macet! Penumpang Mulai Mudik Lebih Awal di Stasiun Pasar Senen
"Itulah menunjukkan Jakarta, keberagaman menjadi hal yang keseharian hidup kita, karena memang Jakarta ini multikultur, multi-etnis, dan semuanya harus mendapatkan ruang tempat untuk mengekspresikan apa yang menjadi budayanya," katanya.
Ari Sandita - Sindonews
(cip)
.png)

















































