loading...
Profesor Theodore Postol, mantan penasihat strategis Pentagon sebut Israel yang jadi ancaman nuklir utama di Timur Tengah. Foto/The Cradle
WASHINGTON - Bahaya nuklir utama yang dihadapi Timur Tengah bukan berasal dari Iran, tetapi dari Israel. Demikian disampaikan Profesor Theodore Postol, mantan Penasihat Sains dan Kebijakan tentang Isu Nuklir Strategis untuk Kepala Operasi Angkatan Laut Amerika Serikat (AS).
Pakar tersebut memperingatkan bahwa kepemimpinan di Israel telah menempatkan negara Yahudi itu pada jalur yang semakin berbahaya.
Baca Juga: Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
Israel secara luas diyakini memiliki persenjataan nuklir yang tidak diumumkan, meskipun otoritas di Tel Aviv secara konsisten menolak untuk mengonfirmasi atau membantahnya. Isu program nuklir Iran telah menjadi dalih bagi AS dan Israel untuk meluncurkan serangan terhadap Iran, yang dimulai pada 28 Februari lalu.
“Jangan berpikirIran adalah ancaman nuklir terbesar, penyebab ketidakstabilan nuklir terbesar di Timur Tengah adalah Israel,” kata fisikawan terkemuka Massachusetts Institute of Technology (MIT) tersebut dalam sebuah wawancara dengan pembawa acara "Going Underground", Afshin Rattansi, yang dilansir Russia Today, Sabtu (13/6/2026).
Postol mencatat bahwa kepemimpinan Israel telah mendorong negara itu ke dalam situasi di mana bahkan komandan militer mereka sendiri memperingatkan bahwa pasukan mereka terpojok dan telah mencapai batas kemampuan mereka.
Mengutip sejumlah laporan, mantan penasihat strategis Pentagon itu mengatakan bahwa para pemimpin militer Israel telah memberi tahu Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu bahwa mereka “tidak dapat berbuat lebih banyak", menambahkan bahwa negara itu menderita kerugian pasukan yang besar.
.png)

















































