Rekor Apik Persijap Dirusak Dewa United, Mario Lemos Beberkan Sederet Kesalahan Fatal Anak Asuhnya

14 hours ago 8

Bola.com, Jakarta - Catatan tanpa kekalahan Persijap Jepara di BRI Super League 2025/2026 akhirnya kandas di tangan Dewa United pada pekan ke-30. Setelah melalui delapan laga tanpa kalah, Laskar Kalinyamat harus memutus tren itu karena kesalahannya sendiri.

Dalam duel yang berlangsung di Stadion Internasional Banten, Rabu (29/4/2026) malam WIB itu, Persijap Jepara harus pulang dengan tangan hampa setelah takluk 0-1 dari Dewa United lewat gol tunggal Alex Martins dari titik putih (54’).

Pelatih Persijap, Mario Lemos, menyayangkan kegagalan anak asuhnya dalam memaksimalkan peluang yang tercipta sepanjang laga. Menurut dia, kesalahan yang dilakukan Laskar Kalinyamat akhirnya membuat mereka harus dihukum penalti.

“Ini adalah pertandingan yang sangat menarik. Sebab, kedua tim sama-sama berusaha untuk memenangkan laga. Saya pikir, pemenang laga ini memang akhirnya ditentukan oleh detail,” ujar Mario Lemos.

“Kami melakukan kesalahan di kotak penalti, dan itu yang membuat lawan bisa mencetak gol. Sedangkan kami gagal memaksimalkan peluang yang didapatkan. Sebetulnya kami layak setidaknya mendapatkan satu poin,” imbuhnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Bukan Faktor Kelelahan

Sebelum laga ini, Laskar Kalinyamat punya rekor yang fantastis dengan mengukir empat kemenangan dan empat imbang. Namun, mereka akhirnya harus mengakhiri catatan impresif itu karena tersungkur di kandang lawan.

Mario tak ingin menggunakan padatnya jadwal yang dihadapi Persijap sebagai alasan di balik kekalahan ini. Sebab, menurut dia, timnya sudah melakukan banyak cara untuk bisa mengatasi permasalahan ini.

“Saya pikir, jadwal pertandingan bisa lebih baik, tetapi itu bukan realitasnya saat ini. Kami selalu berharap bisa menang, tapi Dewa United adalah tim yang sangat bagus. Mereka musim lalu berada di peringkat kedua dan kini berjuang naik ke empat besar,” kata dia.

“Saya tidak merasa tim kami mengalami kekalahan. Karena, sudah bermain jadi 4-4-2 untuk menurunkan striker tambahan. Kami sudah menerapkan pergantian dan melakukan apa saja untuk memenangkan laga,” Mario menambahkan.

Gagal Maksimalkan Peluang

Menurut dia, salah satu faktor yang mempengaruhi hasil laga ini ialah penampilan apik kiper Dewa United, Sonny Stevens. Pada menit akhir, dia sempat menggagalkan penalti Carlos Franca. Bola rebound yang disambar oleh Franca juga kembali ditepis oleh kiper asal Belanda itu.

“Sebetulnya kami punya peluang mencetak gol dari titik penalti. Namun, kami akhirnya harus memberi kredit untuk kiper lawan karena ia bisa menggagalkannya. Dia juga bisa menyelamatkan bola rebound,” kata dia.

Juru taktik asal Portugal itu menekankan, kekalahan ini merupakan hukuman yang harus ditanggung oleh Persijap karena terlalu banyak membuang peluang. Padahal, sebetulnya Wahyudi Hamisi dkk bisa meraih minimal satu poin dari laga tandang ini.

“Kami tidak bisa menang karena tidak mencetak gol. Saya rasa, kami punya peluang yang cukup untuk bisa setidaknya membawa pulang satu poin. Jika kami pulang tanpa hasil, itu disebabkan karena kesalahan kami sendiri,” ucap Mario.

Persaingan di BRI Super League

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online