SEKRETARIS Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji menyambut baik soal lagu MBG alias Mas Bahlil Ganteng yang viral di aplikasi TikTok. Sarmuji mengatakan tak mempermasalahkan lagu tersebut.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Sarmuji, lagu MBG itu bagian dari kreativitas netizen karena menghargai kerja keras Ketua Umum Golkad Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang mengamankan stok BBM di tengah ketidakpastian suplai energi global dan menjaga harga BBM bersubsdi tidak naik.
“Jadi kami santai saja. Apalagi lagunya ‘cute’, lucu dan menghibur. Kalau lagu tersebut bisa membuat senang warga, Golkar juga ikut senang,” kata Sarmuji saat dihubungi pada Selasa, 26 Mei 2026.
Sarmuji mempersilakan masyarakat menikmati lagu MBG tanpa pretensi politik yang berlebih.
Lagu Mas Bahlil Ganteng menghiasi berbagai konten TikTok. Lagu bernada mirip lagu anak-anak dengan lirik jenaka rupanya mengocok perut netizen dan sering digunakan sebagai latar musik berbagai konten kreatif.
Lagu ini makin meledak setelah kreator konten dan influencer Sania Leonardo mengunggah video reaksinya melalui akun TikTok @/panggilakubambang.
Usut punya usut, lagu ini pertama kali dipopulerkan oleh akun @/vokaliz_netizen. Lagu ini tidak diciptakan secara manual oleh komposer musik, melainkan diduga memanfaatkan kecanggihan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Ini bukan pertama kalinya Bahlil menjadi bahan meme oleh netizen. Namun meme-meme yang beredar di media sosial akhir tahun lalu viral untuk mengkritik kelangkaan BBM di SPBU swasta.
Bahlil menanggapi meme yang mengkritik dirinya di media sosial. Ia mengatakan kebatinannya terganggu dengan meme tersebut karena sudah menyasar pribadi. Ia bercerita, sudah terbiasa dihina sejak masih kecil karena bukan anak pejabat. Bahkan, kata dia, ibunya hanya buruh cuci di rumah orang. Sedangkan ayahnya buruh bangunan.
Menurut Bahlil, kebijakan yang ia jalankan merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan tidak akan mundur selangkah pun karena ada pihak yang mencoba mengintervensi negara.
“Kalau ada yang meme-meme, sudahlah saya maafkan. Tidak apa-apa. Sebenarnya kalau kritisi kebijakan itu tidak apa-apa. Tapi kalau sudah pribadi, sudah mengarah ke rasis, itu menurut saya tidak bagus,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 24 Oktober 2025.
.png)

















































