Selular.ID – Qualcomm dan MediaTek dikabarkan menyiapkan chipset flagship generasi berikutnya, Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Dimensity 9600 Pro, dengan teknologi fabrikasi 2nm TSMC.
Bocoran terbaru dari leakster Digital Chat Station mengungkap konfigurasi CPU dan GPU kedua chipset tersebut, termasuk Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro yang disebut memiliki dua inti CPU dengan kecepatan hingga 5,01GHz.
Informasi ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh Qualcomm maupun MediaTek.
Bocoran tersebut muncul menjelang agenda Snapdragon Summit 2026 yang akan digelar Qualcomm pada 22–24 September di Maui, Hawaii.
Qualcomm sebelumnya telah mengonfirmasi keberadaan dua chipset Snapdragon 8 Elite generasi berikutnya melalui teaser “Dual 8 Elites”, meski belum mengungkap nama komersial dan spesifikasi lengkapnya.
Jika informasi Digital Chat Station akurat, Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro akan menjadi salah satu chipset smartphone pertama yang membawa clock CPU menembus 5GHz.
Sementara itu, MediaTek Dimensity 9600 Pro disebut mengadopsi konfigurasi CPU berbasis inti Arm dengan frekuensi puncak 4,55GHz.
Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro Tembus 5GHz
Menurut bocoran yang beredar, Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro menggunakan kode model SM8975 dan diproduksi menggunakan proses TSMC N2P, yakni pengembangan dari node 2nm generasi awal.
Chipset ini disebut membawa CPU delapan inti dengan konfigurasi 2+3+3. Dua inti utama dikabarkan memiliki clock 5,01GHz, sementara tiga inti berikutnya berjalan hingga 4,03GHz dan tiga inti lainnya mencapai 3,74GHz.
Angka tersebut masih berupa informasi tidak resmi. Qualcomm belum mengumumkan spesifikasi Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro, sehingga frekuensi akhir dan konfigurasi CPU dapat berbeda ketika chipset diperkenalkan secara resmi.
Sebagai pembanding, Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang saat ini berada di lini flagship Qualcomm menggunakan CPU Qualcomm Oryon dengan kecepatan hingga 4,74GHz pada versi tertentu.
Qualcomm mencatat Snapdragon 8 Elite Gen 5 dibuat menggunakan proses 3nm dan membawa peningkatan performa serta efisiensi dibanding generasi sebelumnya.
Apabila clock 5,01GHz dalam bocoran benar-benar diterapkan pada produk komersial, peningkatan tersebut akan menjadi perubahan penting pada sisi frekuensi CPU.
Namun, performa smartphone tidak hanya ditentukan oleh clock speed. Arsitektur CPU, konfigurasi cache, sistem pendingin, konsumsi daya, serta optimalisasi perangkat lunak juga memengaruhi hasil penggunaan aktual.
Dari sisi grafis, Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro disebut membawa GPU Adreno 850. Informasi yang beredar menyebut GPU tersebut memiliki tiga slice dan 18MB graphics memory, serta 8MB Last Level Cache (LLC).
Cache merupakan memori berkecepatan tinggi yang digunakan prosesor untuk menyimpan data yang sering diakses.
Pada beban seperti gaming dan pemrosesan grafis, kapasitas cache menjadi salah satu komponen yang dapat memengaruhi efisiensi akses data, meski tidak dapat digunakan sebagai ukuran langsung untuk menentukan performa akhir.
Ada Versi Snapdragon 8 Elite Gen 6
Selain model Pro, Qualcomm disebut menyiapkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 standar dengan kode SM8950. Chipset tersebut juga dikaitkan dengan CPU 2+3+3, tetapi menggunakan konfigurasi grafis yang lebih rendah.
Bocoran sebelumnya menyebut model standar akan memakai GPU Adreno 845 dengan 12MB graphics memory dan 6MB LLC. Sementara model Pro menggunakan Adreno 850 dengan 18MB graphics memory dan 8MB LLC.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa Qualcomm kemungkinan tetap membedakan varian flagship standar dan Pro melalui kemampuan grafis serta subsistem memori. Namun, nama komersial kedua chipset tersebut belum dikonfirmasi Qualcomm.
Qualcomm sendiri telah memberikan sinyal bahwa dua platform Snapdragon 8 Elite baru akan diperkenalkan pada September.
Dalam teaser resminya, perusahaan menyebut dua chipset tersebut membawa solusi konektivitas terbaru serta peningkatan kemampuan GPU untuk pengalaman gaming yang lebih imersif.
Snapdragon Summit 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22–24 September. Agenda tahunan Qualcomm tersebut menjadi momentum yang paling relevan untuk memperoleh informasi resmi mengenai generasi Snapdragon berikutnya.
Dimensity 9600 Pro Gunakan Arsitektur Arm
Di kubu MediaTek, Dimensity 9600 Pro juga disebut menggunakan proses fabrikasi TSMC N2P. Berbeda dengan Qualcomm yang mengembangkan CPU Oryon secara khusus, chipset MediaTek tersebut dikabarkan memakai inti CPU berbasis desain Arm.
Berdasarkan bocoran Digital Chat Station, Dimensity 9600 Pro memiliki konfigurasi 2+3+3.
Dua inti Canyon disebut bekerja hingga 4,55GHz, tiga inti Gelas-b mencapai 4,35GHz, sedangkan tiga inti Gelas memiliki clock hingga 3,10GHz. Nama Canyon dan Gelas sendiri masih merupakan nama kode dalam informasi yang beredar dan belum dikonfirmasi Arm maupun MediaTek.
Untuk grafis, Dimensity 9600 Pro disebut membawa GPU Arm G2-Ultra NX MC12. GPU tersebut dikabarkan memiliki 16 inti yang terbagi ke dalam dua kelompok, termasuk unit dengan akselerasi tensor NX.
Akselerasi tensor dirancang untuk menangani operasi matematika yang umum digunakan dalam beban kecerdasan artifisial. Dalam bocoran yang beredar, kemampuan tersebut dikaitkan dengan pemrosesan seperti peningkatan resolusi gambar dan frame generation pada gim.
Namun, MediaTek belum mengonfirmasi nama GPU, konfigurasi inti, maupun kemampuan AI tersebut. Karena itu, spesifikasi tersebut masih harus diperlakukan sebagai informasi awal.
Persaingan Chipset 2nm Memasuki Babak Baru
Jika informasi yang beredar terkonfirmasi, Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Dimensity 9600 Pro akan sama-sama mengandalkan proses TSMC N2P.
Perpindahan dari fabrikasi 3nm menuju 2nm menjadi salah satu perubahan teknologi utama pada generasi chipset flagship mendatang.
Pada proses fabrikasi semikonduktor, ukuran node yang lebih kecil memungkinkan produsen merancang transistor dengan kepadatan lebih tinggi.
Namun, manfaat aktual terhadap performa dan efisiensi tetap bergantung pada desain arsitektur, implementasi chip, konsumsi daya, serta perangkat yang menggunakannya.
Untuk Qualcomm, generasi baru tersebut akan melanjutkan penggunaan CPU Oryon pada lini Snapdragon 8 Elite.
Snapdragon 8 Elite generasi pertama memperkenalkan CPU Oryon ke platform mobile Qualcomm dan membawa fokus lebih besar pada performa CPU, GPU, serta pemrosesan AI di perangkat.
Sementara itu, MediaTek terus menempatkan Dimensity sebagai platform flagship untuk smartphone Android kelas atas.
Persaingan keduanya tidak hanya berada pada CPU, tetapi juga GPU, AI, konektivitas, kamera, efisiensi daya, dan dukungan terhadap teknologi memori serta penyimpanan generasi baru.
Untuk saat ini, seluruh rincian Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Dimensity 9600 Pro yang berasal dari bocoran belum dapat dianggap sebagai spesifikasi final.
Qualcomm baru mengonfirmasi rencana pengumuman dua platform Snapdragon 8 Elite pada September, sedangkan MediaTek belum memberikan pengumuman resmi mengenai Dimensity 9600 Pro.
Spesifikasi akhir, nama komersial, serta perangkat pertama yang menggunakan kedua chipset tersebut masih menunggu pengumuman resmi dari masing-masing perusahaan.
Baca Juga: Qualcomm Memecah Spesifikasi Snapdragon 8 Elite Gen 5 Demi Kuasai Segmen Flagship 2026
.png)



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5255296/original/097406900_1750154745-1.jpg)













