Strategi ‘Bongkar Pasang’ Erajaya Digital: Jurus Jitu Tumbuh di Tengah Badai Ekonomi & Kelangkaan Chipset!

4 hours ago 1

Selular.ID – Di tengah kondisi perekonomian yang penuh tantangan dan daya beli konsumen yang fluktuatif, Erajaya Digital berhasil membuktikan ketangguhannya.

Perusahaan ritel raksasa ini tetap mencatatkan pertumbuhan positif berkat strategi bisnis yang sangat fleksibel dan adaptif.

Chief Strategy, Research and Development; Enterprise and Education Director Erajaya Digital, Mark Jefferson Go, mengungkapkan bahwa kunci sukses perusahaan bukan sekadar perencanaan jangka panjang, melainkan kemampuan bertransformasi mengikuti tren dan kebutuhan konsumen.

“Kami membuat rencana tahunan, tetapi kami sangat fleksibel untuk mengubahnya tergantung apa yang sedang terjadi dan apa yang diinginkan oleh konsumen. Strategi ini terbukti bekerja sangat baik bagi kami untuk terus tumbuh,” ujar Mark.

Kolaborasi Ekosistem & Solusi Pembiayaan

Menurut Mark, pertumbuhan Erajaya tidak hanya didorong oleh ekspansi jaringan toko di berbagai wilayah Indonesia yang belum terjangkau, tetapi juga melalui penguatan kolaborasi ekosistem secara menyeluruh.

Mengingat harga perangkat (smartphone dan gadget) terus meningkat, Erajaya berkolaborasi erat tidak hanya dengan pemegang merek (prinsipal) seperti Samsung, Apple, OPPO, Xiaomi, hingga Huawei, tetapi juga dengan penyedia jasa keuangan (financing), operator telko, hingga penyedia konten OTT.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Baca juga:

“Saat ini konsumen makin cerdas dan memiliki akses informasi yang sangat luas. Mereka bisa membandingkan ulasan dan produk dengan mudah,” jelasnya.

“Oleh karena itu, kami tidak hanya menyediakan produk terbaik, tetapi juga penawaran terbaik (best offer) melalui skema pembiayaan yang mempermudah kepemilikan,” sambungnya.

Tantangan Pasokan Chipset AI & Proyeksi Pasar

Menghadapi sisa tahun dan proyeksi pasar ke depan, Mark memprediksi industri masih akan menghadapi tantangan (challenging).

Salah satu pemicu utamanya adalah lonjakan kebutuhan chipset akibat tren Artificial Intelligence (AI) yang berkembang jauh lebih cepat dari perkiraan.

Produsen smartphone kini harus bersaing dengan perusahaan teknologi AI untuk mendapatkan alokasi chipset yang terbatas.

Pasokan yang terbatas ditengah permintaan yang tinggi berpotensi mendorong kenaikan harga perangkat (device).

“Pasokan chipset menjadi sangat terbatas karena persaingan skala global. Kami memperkirakan harga perangkat masih berpotensi naik dalam beberapa bulan ke depan. Namun, dengan program dan produk yang tepat, kami optimistis Erajaya Digital dapat terus mempertahankan tren pertumbuhan positif,” tutup Mark.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online