Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad

4 hours ago 6

loading...

Wakil Presiden as JD Vance ungkap mendiang pedofil Jeffrey Epstein terhubung dengan level tertinggi CIA dan Mossad. Foto/via Anadolu

WASHINGTON - Mendiang Jeffrey Epstein, pemodal yang menjadi pedofil, terhubung dengan tingkat tertinggi badan intelijen Amerika Serikat (AS); CIA, dan badan intelijen Israel; Mossad. Demikian diungkap Wakil Presiden (Wapres) Amerika JD Vance.

“Dia jelas memiliki koneksi dengan tingkat tertinggi intelijen Amerika,” kata Vance kepada podcaster Joe Rogan, mengacu pada Epstein. “Dia jelas memiliki koneksi dengan tingkat tertinggi intelijen Israel," katanya lagi.

Baca Juga: Langka, Ibu Negara AS Melania Trump Live di TV Merespons Rumor Skandal Epstein

Ketika diberitahu oleh Rogan bahwa “kebanyakan orang mengira dia adalah Mossad”—badan intelijen Israel untuk operasi asing—, Vance menjawab: “Mossad atau CIA atau negara lain, baik di Amerika atau Israel atau negara lain atau keduanya.”

Wapres AS tersebut, yang menggambarkan dirinya sebagai “seorang ahli teori konspirasi OG Epstein”, mengatakan bahwa koneksi Epstein adalah dengan "elemen deep state Israel yang berada di kiri tengah”, terutama mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak.

“Bukannya dia sangat terhubung dengan kelompok sayap kanan tengah politik Israel,” ujar Vance, seperti dikutip dari Middle East Eye, Jumat (17/7/2026).

Ada banyak spekulasi mengenai apakah Epstein bekerja untuk intelijen Israel, AS, atau bahkan Rusia.

Mendiang terpidana pelaku kejahatan seksual tersebut, yang menjadi tuan rumah bagi sejumlah besar orang kaya dan berkuasa di pulau pribadinya dan memiliki hubungan dengan mantan Presiden AS Bill Clinton, miliarder pro-Israel Les Wexner, politisi Inggris Peter Mandelson, dan putra Ratu Elizabeth Andrew Mountbatten-Windsor, tampaknya telah mengumpulkan sejumlah besar informasi yang membahayakan selama bertahun-tahun.

Ketika ditanya awal tahun ini apakah mereka menganggap Epstein adalah aset Mossad, seorang penasihat pemerintah India mengatakan kepada Middle East Eye: “100 persen”.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online