10 Keistimewaan Menikah di Bulan Syawal, Kaum Muslim Wajib Tahu!

11 hours ago 6

loading...

Ada banyak keistimewaan menikah di bulan Syawal yang penting diketahui kaum Muslim. Ini dikarenakan pada bulan Syawal diwarnai dengan momen kebahagiaan Idulfitri, serta memiliki dasar syariat Islam yang kuat. Foto ilustrasi/ist

Ada banyak keistimewaan menikah di bulan Syawal yang penting diketahui kaum Muslim. Ini dikarenakan pada bulan Syawal diwarnai dengan momen kebahagiaan Idulfitri , serta memiliki dasar syariat Islam yang kuat.

Hal ini diperkuat dengan adanya sebuah hadis yang menerangkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam pernah menikahi salah satu istrinya, Aisyah RA di bulan Syawal. Hal ini menjadi contoh bagi umat Islam untuk mengikuti sunah beliau dan mendapatkan keutamaan serta keberkahan dalam pernikahan .

Abu Zakariya Yahya bin Syaraf atau lebih dikenal Imam Nawawi dalam al-Minhaj fi Syarhi Shahih Muslim menjelaskan, Sayyidah Aisyah mengatakan itu untuk menepis keyakinan yang berkembang di masyarakat jahiliyah dan sikap mengada-ada di kalangan awam bahwa makruh menikah, menikahkan, atau berhubungan suami istri di bulan Syawal.

Dijelaskan bahwa pada zaman dahulu kaum jahiliyah meyakini adanya pantangan untuk menikah di bulan Syawal . Namun Nabi Muhammad saw. menampik keyakinan tersebut, dengan menikahi Sayyidah ‘Aisyah pada bulan Syawal.

Baca juga: Menikah di Bulan Syawal Dianjurkan, Begini Penjelasan Hadisnya

Menikah di bulan Syawal diyakini akan membawa kebahagiaan dan keberkahan bagi pasangan suami istri karena memiliki beberapa keutamaan. Salah satunya adalah, pahala amal saleh dilipatgandakan, termasuk pahala menikah.

1.Mengikuti Sunah Rasulullah SAW

Dari ‘Aisyah radliyallahu ‘anha berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menikahiku di bulan Syawal, dan mulai mencampuriku juga di bulan Syawal, maka istri beliau manakah yang kiranya lebih mendapat perhatian besar disisinya daripada aku? Salah seorang perawi berkata, Dan Aisyah merasa senang jika para wanita menikah di bulan Syawal.(HR Muslim dan at-Tirmidzi).

2.Bantahan Bulan Syawal Dianggap Bulan Sial

Arab jahiliyah menganggap bulan Syawal sebagai bulan yang sial, termasuk untuk melangsungkan pernikahan. Ini dikarenakan di bulan Syawal, unta betina mengangkat ekornya sebagai tanda bahwa mereka tidak mau menikah. Selain itu juga sebagai tanda untuk menolak unta jantan yang mendekat. Namun, Rasulullah SAw membantah anggapan tersebut.

Ibnu Kasir dalam tafsirnya menjelaskan:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi ‘Aisyah untuk membantah keyakinan yang salah sebagian masyarakat yaitu tidak suka menikah di antara dua ‘ied (bulan Syawwal termasuk di antara ‘ied fitri dan ‘idul Adha), mereka khawatir akan terjadi perceraian. Keyakinan ini tidaklah benar.”(Al-Bidayah wan Nihayah, 3/253).

3.Sesuai Anjuran dalam Hadis

Imam An-Nawawi menerangkan:

“Di dalam hadits ini terdapat anjuran untuk menikahkan, menikah, dan membangun rumah tangga pada bulan Syawal. Para ulama kami (ulama syafi’iyyah) telah menegaskan anjuran tersebut dan berdalil dengan hadits ini. Dan Aisyah Radiyallahu ‘anhaa ketika menceritakan hal ini bermaksud membantah apa yang diyakini masyarakat jahiliyah dahulu dan anggapan takhayul sebagian orang awam pada masa kini yang menyatakan kemakruhan menikah, menikahkan, dan membangun rumah tangga di bulan Syawal. Dan ini adalah batil, tidak ada dasarnya. Ini termasuk peninggalan jahiliyah yang ber-tathayyur (menganggap sial) hal itu, dikarenakan penamaan syawal dari kata al-isyalah dan ar-raf’u (menghilangkan/mengangkat).”

4.Menghilangkan Kesyirikan

Sebagaimana keterangan di atas bahwa masyarakat jahiliyah menganggap bulan Syawal sebagai bulan sial dan Rasulullah saw. membantah anggapan tersebut, maka menikah di bulan Syawal bisa menghilangkan kesyirikan.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online