3 Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, Aktivis-Lembaga HAM Diminta Tak Diam

1 hour ago 4

loading...

Koordinator Nasional Kawan Indonesia, Arief Darmawan meminta lembaga-lembaga dan aktivis HAM tidak diam terhadap peristiewa penembakan KKB yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya. Foto/istimewa

PAPUA - Aksi penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan mendapat kecaman keras dari sejumlah kalangan. Pasalnya, ketiga pegawai tersebut tengah menjalankan tugasnya melayani masyarakat.

Koordinator Nasional (Kornas) Kawan Indonesia, Arief Darmawan mempertanyakan sikap lembaga-lembaga yang selama ini lantang menyuarakan isu Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap kasus tersebut. Arief menilai pembunuhan terhadap tiga pegawai pemerintah yang tengah menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat merupakan tindakan biadab dan tidak dapat ditoleransi.

"Ini kebiadaban yang tidak bisa ditoleransi lagi. Tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya ditembak mati ketika sedang menjalankan tugas untuk masyarakat. Mereka datang untuk melayani, membantu masyarakat, dan menjalankan program pemerintah, bukan untuk berkonflik dengan siapa pun," katanya, Jumat (11/9/2026).

Baca juga: 8 Selongsong Peluru Kaliber 5,56 mm Disita dari TKP Penembakan Festival Lembah Baliem

Peristiwa penembakan terjadi di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu, 9 September 2026. Tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya menjadi korban dalam insiden tersebut.

Ketiganya yakni AR (49), Kepala Bidang Peternakan; AAM (35), dokter hewan; dan WB (24), pegawai Dinas Pertanian. Dua korban meninggal di lokasi kejadian, sementara satu korban sempat dievakuasi ke RSUD Wamena sebelum akhirnya meninggal dunia.

Menurut Arief, tragedi tersebut semakin menyayat hati karena para korban berada di tengah masyarakat dalam rangka menjalankan program pemerintah yang berkaitan dengan kebutuhan dasar warga.

"Ini ironi yang sangat menyedihkan. Orang yang bekerja untuk menyediakan pangan dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat justru menjadi sasaran kekerasan bersenjata," ujarnya.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online