loading...
Ruben Onsu. Foto: Instagram/@ruben_onsu
JAKARTA - Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas setelah sang mantan istri melayangkan gugatan balik (rekonvensi) terkait hak asuh anak dalam ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui sistem e-court baru-baru ini. Menanggapi hal tersebut, pihak Ruben Onsu justru merasa heran dan mempertanyakan urgensi gugatan balik itu.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menilai langkah hukum Sarwendah tidak masuk akal secara logika. Sebab, hak asuh anak-anak saat ini memang sudah berada di bawah penguasaan sang mantan istri.
"Kalau kemudian ada rekonvensi untuk meminta anak itu hak asuhnya jatuh ke dia, loh bukannya udah sama dia hak asuh anak? Coba secara logika berpikir: anak ada pada dia kok minta lagi? Kan ini nggak masuk akal. Harusnya dia tetap bertahan, bukan meminta. Masa meminta sesuatu yang ada dalam kekuasaannya gitu loh," ujar Minola Sebayang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Baca Juga : Sarwendah Tolak Serahkan Sebagian Sertifikat Aset Ruben Onsu
Minola kemudian membeberkan alasan mendasar di balik gugatan hak asuh anak yang diajukan pihak Ruben Onsu. Salah satu sorotan utama pihak Ruben yakni kondisi anak-anak yang dinilai tidak berada di lingkungan yang aman, termasuk adanya dugaan perlakuan kasar dengan dalih mendisiplinkan anak.
"Lingkungan yang aman tuh seperti apa? Anak-anak ini dididik, diasuh, diajar dengan cara-cara yang patut. Ya, karena kalau misalnya diajar walaupun dengan alasan mendisiplinkan, tapi kemudian cara mendisiplinkannya itu dengan cara-cara yang kekerasan fisik gitu misalnya, itu juga nggak dibenarkan. Tidak dibenarkan. Belum lagi dengan sikap karakter yang suka menghina ayah kandung dari anak-anak ini. Ini juga tidak patut," tegas Minola.
Selain dugaan kekerasan fisik, Minola juga menyinggung adanya dugaan eksploitasi anak. Ia menyebut anak-anak kerap dilibatkan dalam siaran langsung (live streaming) jualan di TikTok tanpa persetujuan dari Ruben selaku ayah kandung.
.png)































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9337844/original/002418600_1788259594-0L5A0298.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4079792/original/044506900_1657030031-IMG_20220705_201041.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336928/original/052082000_1788222063-Gemini_Generated_Image_ctt9wmctt9wmctt9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336758/original/034311900_1788175118-indo_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334902/original/057214100_1787904674-1000420049.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337949/original/038835400_1788266026-Muhammad_Isfandyar_Abdillah_2.jpg)