KAI masih menyediakan 843 ribu tempat duduk periode 20 Juni s.d. 5 Juli 2026 untuk program diskon transportasi Pemerintah melalui DJKA Kemenhub
Jakarta (ANTARA) - Masa liburan sekolah menjadi salah satu periode penting bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan keluarga, wisata, pendidikan, kunjungan ke kampung halaman, hingga aktivitas ekonomi daerah. Pada periode ini, ketersediaan tempat duduk, pilihan jadwal, kesiapan stasiun, dan kemudahan akses pemesanan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran perjalanan masyarakat.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendukung program diskon transportasi 30 persen dari Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dengan menyiapkan 1.174.624 tempat duduk kereta api kelas Ekonomi Komersial untuk periode keberangkatan 20 Juni s.d. 5 Juli 2026. Hingga Rabu, 17 Juni 2026 pukul 10.00 WIB, sebanyak 331.463 tiket telah terpesan atau 28,22 persen dari total kapasitas yang disediakan.
Dengan capaian tersebut, KAI masih menyediakan 843.161 tempat duduk atau 71,78 persen dari total kapasitas program. Ketersediaan ini memberi ruang bagi masyarakat untuk mengatur perjalanan lebih awal, memilih waktu keberangkatan sesuai kebutuhan, serta menyesuaikan rencana bersama keluarga maupun kerabat.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa program diskon dari Pemerintah melalui DJKA Kemenhub mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat pada masa liburan sekolah.
“Kereta api menjadi pilihan masyarakat karena perjalanan dapat direncanakan sejak awal, jadwalnya tersedia secara jelas, dan akses pemesanan dapat dilakukan dengan mudah. Melalui program diskon ini, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk bepergian pada masa liburan sekolah,” ujar Anne.
Peningkatan pemesanan paling terasa pada awal periode liburan. Keberangkatan 20 Juni 2026 mencatat 42.017 pelanggan dan 21 Juni 2026 sebanyak 40.294 pelanggan. Pola ini menunjukkan masyarakat mulai memilih awal masa libur sekolah untuk bepergian bersama keluarga, mengunjungi kerabat, serta menuju kota-kota wisata dan pendidikan.
Momentum liburan sekolah berkaitan erat dengan tingginya pergerakan masyarakat antardaerah. Sebagai gambaran pada periode libur sekolah tahun lalu, Badan Pusat Statistik mencatat perjalanan wisatawan nusantara mencapai 105,12 juta perjalanan pada Juni 2025 dan 100,20 juta perjalanan pada Juli 2025. Data tersebut menunjukkan bahwa masa liburan menjadi salah satu periode dengan mobilitas masyarakat yang tinggi di berbagai daerah.
Menghadapi periode tersebut, KAI menyiapkan berbagai aspek perjalanan, mulai dari kesiapan sarana, petugas di stasiun, informasi perjalanan, pengaturan arus pelanggan, hingga koordinasi di titik keberangkatan dan kedatangan. Persiapan ini dilakukan agar pelanggan dapat melalui proses perjalanan secara tertib sejak tiba di stasiun hingga sampai di tujuan.
“Kami mengimbau pelanggan untuk merencanakan perjalanan lebih awal, mengecek kembali jadwal keberangkatan, dan datang ke stasiun lebih awal. Dengan perencanaan yang baik, perjalanan liburan sekolah dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman,” kata Anne.
Berdasarkan data sementara KAI, Stasiun Pasar Senen menjadi titik keberangkatan dan tujuan dengan volume tertinggi. Lima stasiun keberangkatan dengan volume terbesar adalah Pasar Senen 50.909 pelanggan, Yogyakarta 25.116 pelanggan, Lempuyangan 17.562 pelanggan, Bekasi 14.785 pelanggan, dan Semarang Tawang 14.724 pelanggan.
Sementara itu, lima stasiun tujuan dengan volume tertinggi adalah Pasar Senen 49.186 pelanggan, Yogyakarta 28.788 pelanggan, Lempuyangan 16.452 pelanggan, Bekasi 15.660 pelanggan, dan Bandung 13.378 pelanggan. Pola ini menunjukkan kuatnya pergerakan masyarakat dari dan menuju kota wisata, kota pendidikan, pusat keluarga, serta wilayah dengan aktivitas ekonomi lokal yang tinggi.
Relasi dengan volume tertinggi saat ini yaitu Lempuyangan–Pasar Senen 8.779 pelanggan, Pasar Senen–Lempuyangan 8.501 pelanggan, Pasar Senen–Yogyakarta 6.490 pelanggan, Yogyakarta–Pasar Senen 4.658 pelanggan, dan Pasar Senen–Malang 4.099 pelanggan.
Dari sisi nama kereta api, lima kereta api dengan pemesanan tertinggi dalam program diskon sementara adalah KA Majapahit 15.733 pelanggan, KA Sawunggalih 14.998 pelanggan, KA Joglosemarkerto 13.921 pelanggan, KA Progo 13.527 pelanggan, dan KA Pangrango 12.941 pelanggan.
Anne menambahkan, KAI terus memantau perkembangan pemesanan selama masa liburan sekolah. Pemantauan dilakukan untuk memastikan informasi ketersediaan tempat duduk, pola perjalanan pelanggan, dan kesiapan operasional di stasiun maupun di atas kereta api dapat dikelola secara optimal.
Program diskon transportasi 30 persen berlaku untuk kereta api kelas Ekonomi Komersial pada periode keberangkatan 20 Juni s.d. 5 Juli 2026. Informasi jadwal perjalanan, ketersediaan tempat duduk, daftar kereta api, dan pembelian tiket dapat dicek melalui aplikasi Access by KAI.
“KAI berharap program dari Pemerintah melalui DJKA Kemenhub dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat pada masa liburan sekolah. Kami mengajak pelanggan memanfaatkan program ini dengan tetap memperhatikan jadwal, ketentuan perjalanan, dan arahan petugas di stasiun,” tutup Anne.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
.png)

















































