Mengenal Psikomotorik, Faktor Penting dalam Perkembangan Anak

4 hours ago 8

Jakarta -

Psikomotorik merupakan aspek tumbuh kembang anak yang tak boleh disepelekan. Hal ini penting untuk mengoordinasikan fungsi otak dan gerakan tubuh.

Ya, perkembangan anak tidak hanya dilihat dari kemampuan berbicara atau berpikir, tetapi juga dari kemampuannya menggerakkan tubuh dan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. 

Kemampuan yang melibatkan pengaturan koordinasi antara fungsi otak dan gerakan fisik disebut sebagai psikomotorik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Handbook of Clinical Neurology, perkembangan psikomotorik mengacu pada perubahan kemampuan motorik, kognitif, emosional, dan sosial yang terjadi sejak masa bayi hingga remaja. Hal ini berperan dalam proses adaptasi, eksplorasi, serta membantu anak belajar mandiri.

Oleh karena itu, orang tua perlu memahami tentang psikomotorik dan bagaimana cara mengembangkannya sesuai dengan usia dan kebutuhan anak.

Mengenal psikomotorik, faktor penting dalam perkembangan anak

Psikomotorik adalah kemampuan seseorang melakukan berbagai aktivitas yang membutuhkan koordinasi otak, saraf, otot, dan indra secara bersamaan.

Cakupannya termasuk kemampuan anak untuk mengontrol gerakan tubuh, menjaga keseimbangan, mengoordinasikan mata dan tangan, serta melakukan aktivitas yang semakin kompleks seiring usia bertambah. 

Pada masa bayi, kemampuan psikomotorik terlihat melalui gerakan sederhana seperti mengangkat kepala, berguling, meraih benda, dan merangkak. 

Nantinya kemampuan tersebut berkembang menjadi berjalan, berlari, melompat, menulis, menggambar, hingga melakukan aktivitas yang membutuhkan ketelitian tinggi.

Dikutip dari Cortex Academy, semakin matang sistem saraf anak, semakin baik pula kemampuan gerak dan koordinasinya.

Seperti disebutkan sebelumnya, psikomotorik merupakan kemampuan penting dalam perkembangan anak. 

Tidak hanya membantu anak bergerak, tetapi juga mendukung proses belajar, interaksi sosial, dan kemandirian.

Sebagai contoh, ketika anak belajar berjalan, memegang sendok, atau menggambar, mereka sedang melatih kemampuan psikomotoriknya.

Aktivitas tersebut membantu memperkuat hubungan antara otak dan tubuh, sehingga anak dapat melakukan tugas yang lebih kompleks di kemudian hari.

Stimulasi perkembangan motorik yang tepat akan membantu pembentukan koneksi antarsel saraf di otak, yang penting untuk proses belajar, komunikasi, dan bahkan perkembangan emosi.

Selain itu, kemampuan motorik yang baik memungkinkan anak lebih aktif mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya.

Perbedaan Psikomotorik dengan Kognitif dan Afektif

Dikutip dari laman University of Illinois Chicago, dalam dunia pendidikan dan perkembangan anak, terdapat tiga aspek utama yang sering dibahas: kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Kognitif berkaitan dengan pengetahuan, pemahaman, dan proses berpikir. Lalu afektif berkaitan dengan perasaan, emosi, sikap, nilai, dan pembentukan diri. Sementara itu, psikomotorik berkaitan dengan keterampilan fisik dan gerakan tubuh.

Berikut penjelasan lengkapnya, Bunda:

1. Kognitif

Aspek kognitif berkaitan dengan kemampuan berpikir, memahami, mengingat, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Contohnya adalah kemampuan anak mengenal warna, berhitung, atau memahami instruksi.

2. Afektif

Aspek afektif berhubungan dengan emosi, sikap, nilai, empati, dan kemampuan bersosialisasi. Kemampuan ini penting untuk anak belajar mengelola perasaan dan bekerja sama dengan teman.

3. Psikomotorik

Psikomotorik berkaitan dengan kemampuan anak melakukan gerakan fisik yang terarah. Termasuk seperti menulis, menggunting, berlari, melompat, menangkap bola, dan mengancingkan baju.

Ketiga aspek ini sama-sama penting dan saling berhubungan. Misalnya, ketika anak sedang belajar menulis, ia menggunakan kemampuan kognitif untuk mengenali huruf, afektif untuk menjaga motivasi belajar, dan psikomotorik untuk menggerakkan tangan serta jari.

Jenis-jenis kemampuan psikomotorik

Secara umum, kemampuan psikomotorik dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu motorik kasar dan motorik halus.

1. Motorik kasar

Dikutip dari laman Brown Health University, motorik kasar melibatkan penggunaan otot-otot besar pada tubuh, seperti otot kaki, tangan, dan tubuh bagian inti. 

Kemampuan ini digunakan untuk melakukan gerakan besar dan aktivitas fisik. Termasuk seperti berlari, melompat, menendang bola, bersepeda, hingga berguling.

2. Motorik halus

Sebaliknya, motorik halus melibatkan keterampilan menggunakan otot-otot kecil, terutama tangan dan jari. Contohnya seperti menggenggam pensil, menumpuk balok, mengancingkan baju, menggambar, menulis, dan menggunting kertas.

Perkembangan motorik biasanya berlangsung seiring dengan kematangan otot, saraf, dan koordinasi. Semua ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk stimulasi dari lingkungan sekitar dan asupan nutrisi. 

Tahapan perkembangan psikomotorik anak

Tahapan Perkembangan Bayi 7-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu Nih!Ilustrasi/ Foto: Getty Images/Kannika Paison

Setiap anak sebenarnya memiliki waktu berkembang dengan kecepatan yang berbeda-beda, sehingga tidak selalu bisa disamaratakan. Namun, terdapat tonggak perkembangan atau milestone dasar yang bisa digunakan sebagai panduan.

Untuk tahapan perkembangan psikomotorik anak sesuai usia di antaranya:

Usia 0–2 bulan

  • Mengangkat kepala saat tengkurap
  • Menggenggam benda 
  • Menggerakkan tangan ke mulut

Usia 3–5 bulan

  • Mengangkat kepala lebih tinggi saat tengkurap
  • Mulai tertarik meraih mainan dengan tangannya
  • Berguling dari tengkurap ke telentang

Usia 6–8 bulan

  • Berlatih duduk tanpa bantuan
  • Merangkak
  • Memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lainnya

Usia 9–12 bulan

  • Mencoba berdiri dengan bantuan
  • Berjalan sambil berpegangan dengan benda di sekitar
  • Mengambil benda kecil menggunakan ibu jari dan telunjuk (pincer grasp)

Usia 1–2 tahun

  • Berlatih berjalan sendiri
  • Naik tangga dengan bantuan orang dewasa
  • Menumpuk balok
  • Mulai menggunakan sendok

Usia 2–3 tahun

  • Berlari dan melompat
  • Menggambar garis dan lingkaran sederhana
  • Menggunakan sendok dengan lebih baik
  • Mampu menumpuk mainan balok lebih banyak

Usia 3–5 tahun

  • Melompat dengan satu kaki
  • Menangkap dan menendang bola
  • Menggunakan gunting yang aman untuk anak-anak
  • Menggambar bentuk sederhana dengan lebih rapi

Cara mengembangkan kemampuan psikomotorik anak

Perkembangan psikomotorik dapat dioptimalkan dengan stimulasi yang tepat. Berikut beberapa cara mengembangkan kemampuan psikomotorik tersebut, Bunda: 

1. Berikan kesempatan anak untuk aktif bergerak

Pastikan anak memiliki cukup waktu untuk bergerak dan bermain di luar rumah. Termasuk untuk berlari, melompat, memanjat, atau bermain bola. 

Aktivitas fisik dapat membantu melatih kekuatan otot, keseimbangan, dan koordinasi tubuh.

2. Optimalkan motorik halus

Ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan untuk menstimulasi motorik halus anak, misalnya seperti:

  • Menggambar
  • Mewarnai
  • Bermain play dough
  • Menyusun balok
  • Meronce manik-manik
  • Menggunting dan menempel

Selain meningkatkan koordinasi mata, aktivitas-aktivitas tersebut juga melatih tangan serta keterampilan jari Si Kecil.

3. Berikan mainan sesuai usia

Berikan anak mainan yang dapat merangsang kemampuan motoriknya, seperti puzzle, susun balok, sepeda roda tiga, atau permainan konstruksi.

4. Latih anak untuk mandiri

Biarkan anak belajar mandiri dengan mencoba berbagai hal baru secera bertahap. Misalnya untuk memakai pakaian, makan, atau membereskan mainannya. 

Kegiatan sehari-hari seperti ini merupakan salah satu latihan psikomotorik yang sangat baik.

5. Batasi screentime

Terlalu banyak bermain gadget dapat mengurangi kesempatan anak untuk bergerak aktif. Padahal seperti dijelaskan sebelumnya, aliknya, aktivitas fisik sangat efektif dalam merangsang perkembangan motorik.

Itulah penjelasan tentang psikomotorik yang menjadi faktor penting dalam perkembangan anak. Dengan memahami tahapan perkembangan dan memberikan stimulasi yang tepat sejak dini, Bunda dapat membantu mengoptimalkan tumbuh kembang motorik Si Kecil. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online