Setahun Berlalu, Pasangan Pengantin Ini Masih Tagih Tamu Amplop Kondangan

12 hours ago 9

Jakarta -

Memberikan amplop atau hadiah kepada pengantin sudah menjadi tradisi yang lazim ditemui dalam acara pernikahan. Selain sebagai bentuk ucapan selamat, pemberian tersebut juga dianggap sebagai dukungan bagi pasangan yang baru memulai kehidupan rumah tangga.

Meski tidak ada aturan baku mengenai jumlah atau jenis hadiah yang diberikan, kebiasaan ini umumnya dilakukan secara sukarela oleh para tamu undangan. Hal inilah yang membuat hadiah pernikahan lebih sering dipandang sebagai bentuk perhatian daripada kewajiban.

Namun, kisah berbeda justru datang dari sepasang pengantin yang menjadi sorotan publik. Setelah setahun menikah, mereka masih menagih sejumlah tamu undangannya yang belum memberikan amplop kondangan, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tentu saja hal tersebut langsung memicu perdebatan warganet yang membahas soal etika dan tradisi dalam pesta pernikahan.

Viral pengantin masih tagih tamu amplop usai setahun menikah

Kisah ini dibagikan oleh salah satu tamu undangan yang merasa tidak nyaman dengan sikap pengantin yang dinilai terlalu perhitungan, Bunda.

Melansir dari laman Brides, cerita tersebut muncul di forum diskusi Wedding Shaming. Seorang pengguna mengaku terkejut setelah menerima e-mail dari seseorang yang mengaku sebagai asisten pengantin perempuan dalam pernikahan kerabatnya.

Alih-alih ucapan terima kasih atau kabar terbaru dari pasangan pengantin, e-mail tersebut justru berisi pengingat bahwa ia belum memberikan hadiah pernikahan. Pesan tersebut sontak membuatnya heran, mengingat acara pernikahan itu telah berlangsung cukup lama.

Ia merasa tidak enak hati sekaligus malu karena lupa memberikan hadiah kepada kerabatnya itu. Namun, di sisi lain juga terkejut dengan sikap pengantin yang menagih hadiah pernikahan meski telah satu tahun berlalu.

“Awalnya, saya merasa tidak masalah untuk memberi mereka hadiah. Namun, rasanya sangat aneh melihat pengantin kaya raya tersebut menagih saya terkait hadiah itu, terutama karena saya hidup jauh dari mereka,” tulisnya.

Tamu undangan tersebut mengaku tak habis pikir dengan tindakan kerabatnya yang masih menagih hadiah pernikahan.

Sebab, ia mengatakan untuk hadir di acara tersebut saja sudah membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit, baik dari segi waktu maupun biaya.

Ia mengungkapkan telah mengeluarkan lebih dari US$2.000 atau setara dengan Rp32,3 juta untuk biaya penerbangan dan penginapan demi bisa hadir di hari bahagia sang kerabat, Bunda.

Meski harus merogoh kocek dalam-dalam, saat itu ia tidak mempermasalahkannya. Justru, ia menikmati seluruh rangkaian acara yang berlangsung meriah, mulai dari momen haru hingga kebersamaan yang tercipta bersama keluarga dan para tamu lainnya.

Menurutnya, pengalaman tersebut membuat semua pengeluaran yang dikeluarkan terasa sepadan.

Namun, perasaannya berubah setelah menerima e-mail yang mengingatkannya soal hadiah pernikahan yang belum diberikan. Alih-alih hanya mengenang momen bahagia, ia justru diliputi rasa tidak enak hati.

Karena merasa bersalah, ia akhirnya memutuskan untuk mengirimkan hadiah sebagai bentuk permintaan maaf. Sayangnya, niat baik tersebut tidak berakhir seperti yang diharapkan.

“Karena sudah merasa malu, saya langsung mengirimkan mereka hadiah. Sayangnya, hingga sekarang, saya belum menerima ucapan terima kasih dari mereka,” tuturnya.

Di akhir cerita, ia mengaku hubungan pertemanannya dengan pengantin tersebut perlahan menjauh. Bahkan, ia baru mengetahui bahwa pasangan itu sedang menjalani proses perceraian.

Sikap pengantin mendapat kritikan dari warganet

Unggahan tersebut pun ternyata menarik banyak perhatian para pengguna forum. Mayoritas dari mereka melayangkan kritik atas perilaku tidak sopan yang dilakukan pengantin.

“Mengapa kamu yang malu? Seharusnya pengantin perempuan itu yang perlu malu. Dia mempermalukan dirinya sendiri dengan pesan yang kasar tersebut. Kamu sudah mengeluarkan banyak uang untuk menghadiri pernikahannya dan ia masih menagih hadiah, padahal dirinya sosok yang jauh lebih kaya,” tulis salah seorang netizen, dikutip dari People.

“Pengantin seharusnya tidak boleh memaksa tamu untuk memberi hadiah karena itu opsional,” sambungnya.

Namun, tak sedikit juga warganet yang menanggapi cerita tersebut dengan santai. Beberapa juga melontarkan guyonan, Bunda.

“Wah, jika aku yang mendapatkan pesan tersebut, aku pasti segera memasukkannya ke bagian spam,” tulis salah satu pengguna.

“Kalau aku yang dapat pesan itu, aku akan membalas 'Terus bagaimana? Apakah aku akan dipenjara hanya karena lupa memberimu hadiah?',” lanjut pengguna yang lain.

Demikian kisah seorang tamu undangan yang mengeluh karena masih ditagih amplop pernikahan. Bagaimana menurut Bunda?

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online