Memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI) kepada bayi adalah momen yang dinantikan. Namun, juga menjadi momen yang paling sering dikhawatirkan. Ya, tonggak perkembangan ini juga bisa disertai beberapa tantangan, Bunda.
Tantangannya tak lain dan yang paling umum adalah GTM (gerakan tutup mulut), yakni ketika bayi susah makan saat fase MPASI. Sebenarnya, wajar jika bayi menolak MPASI pertama kali (atau berkali-kali) saat mencoba MPASI baru, karena mereka hanya pernah mengonsumsi ASI atau susu formula.
Sebagai orang tua, kita jangan berkecil hati jika bayi menolak makanan pada awalnya. Beberapa bayi membutuhkan sedikit lebih banyak waktu untuk mengembangkan rasa ingin tahu terhadap makanan. Terkadang dibutuhkan 10 kali percobaan atau lebih untuk membuat bayi mau makan makanan baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, kita perlu ketahui dahulu akar masalahnya. Pasti, ada beberapa penyebab yang membuat anak susah makan saat MPASI. Jangan buru-buru, lakukan secara perlahan dan jangan lupa konsultasikan dengan dokter spesialis.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut penyebab anak susah makan saat MPASI.
1. Jadwal makan yang berantakan
Dikutip dari Raising Children, jadwal makan yang berantakan bisa mencegah anak-anak mengenali sinyal lapar alami, yang menyebabkan penolakan makanan dan terus-menerus memakan camilan. Menetapkan waktu makan yang konsisten, meminimalkan gangguan, dan membatasi ngemil di antara waktu makan membantu mengatur nafsu makan anak dan menciptakan lingkungan makan yang terstruktur dan positif, Bunda.
Anak-anak berkembang dengan baik jika ada keteraturan. Jika waktu makan dan camilan berubah setiap hari, tubuh mereka tidak mengantisipasi kapan energi akan datang.
2. Ada refleks yang belum hilang
Jika Si Kecil menjulurkan lidah kecilnya pada sesendok pertama MPASI dan mendorong kembali makanan tersebut pada setiap gigitan berikutnya, maka ia mungkin belum mengatasi refleks mendorong lidahnya. Dilansir What to Expect, refleks yang dimiliki semua bayi sejak lahir ini menyebabkan bayi mendorong benda keluar dari mulutnya untuk menghindari tersedak.
Kurangi konsistensi makanan yang disajikan dengan ASI, susu formula, atau air putih. Kemudian cobalah menawarkan dia sedikit makanan dengan sendok atau ujung jari. Jika lidah kecilnya terus mendorong bubur, bahkan setelah beberapa kali mencoba, jangan menyerah. Si Kecil hanya memberi tahu bahwa dia belum siap untuk memulai MPASI.
3. Ketakutan
Beberapa anak susah makan MPASI setelah pengalaman makan yang menakutkan. Kejadian seperti tersedak, muntah berulang, atau prosedur medis invasif yang melibatkan wajah atau mulut dapat mengajarkan bayi bahwa makan tidak aman.
Tersedak, terutama ketika bayi belum siap secara perkembangan untuk tekstur tertentu atau ketika pemberian makan dilakukan terburu-buru atau dipaksakan, dapat sangat menyusahkan mereka untuk makan.
4. Masih kenyang
Jika bayi berpaling atau rewel setiap kali sendok didekatkan ke mulutnya, kemungkinan besar ia sedang tidak ingin makan, dan memberi tahu satu-satunya cara yang bisa dilakukannya.
Apa penyebab penolakan makan ini? Ada kemungkinan besar ia masih kenyang. Apa pun alasannya, jangan paksakan ya, Bunda. Ini juga akan memberinya kesempatan untuk mengembangkan insting lapar dan kenyangnya.
5. Rasa makanan yang tidak enak
Beberapa bayi susah makan MPASI setelah berulang kali terpapar rasa yang mereka anggap tidak menyenangkan atau terlalu kuat. Sensitivitas rasa pada bayi sangat bervariasi. Rasa pahit, bau yang kuat, atau makanan yang sangat berbeda dari susu dapat memicu ketidaknyamanan, terutama jika bayi belum siap secara perkembangan untuk MPASI. Ketika makanan dirasakan tidak enak, penolakan adalah respons perlindungan alami.
Jika makanan yang ditolak terus ditawarkan, bayi mungkin mulai mengaitkan makan dengan ketidaknyamanan atau stres. Seiring waktu, ini dapat meluas melampaui makanan tertentu hingga pengalaman makan itu sendiri, yang menyebabkan penolakan terhadap sendok, tekstur, atau waktu makan.
6. Makanan tidak terlihat menarik
Makanan yang terlihat menarik akan lebih mudah 'disentuh' anak. Bunda bisa sajikan potongan makanan berwarna cerah yang mudah diambil bayi, seperti potongan melon yang sangat matang, potongan kecil brokoli atau wortel kukus, atau potongan keju.
Selain itu, indra perasa bayi membutuhkan waktu dan latihan untuk terbiasa dengan tekstur dan rasa baru, jadi mungkin saja ia hanya terkejut dengan sensasi tersebut.
7. Sakit atau merasa nyeri
Makan MPASI bisa terasa tidak nyaman atau menyakitkan bagi beberapa bayi jika ada masalah medis yang mendasarinya. Rasa sakit dapat terjadi di mulut karena sariawan, infeksi, atau tumbuh gigi yang signifikan. Menelan mungkin terasa sakit jika bayi menderita esofagitis yang berhubungan dengan refluks asam atau alergi protein susu.
Ketidaknyamanan pencernaan, seperti sembelit kronis atau gastroparesis (pengosongan lambung yang tertunda), juga dapat menyebabkan bayi susah makan. Ketika bayi merasakan sakit, ia mungkin menolak MPASI sebagai respons perlindungan. Penolakan ini dapat dimengerti dan bukan perilaku yang wajar pada tahap ini.
Demikian beberapa penyebab anak susah makan atau mogok makan saat MPASI. Lakukan beberapa langkah untuk membuatnya mau makan, termasuk salah satunya mengganti menu makan, dan menyadari pola perkembangan anak yang belum matang. Semoga membantu!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
.png)
12 hours ago
10

















































