5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama

2 hours ago 3

loading...

Para warga Iran berduka atas meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Foto/Fatemeh Bahrami/Anadolu Agency

JAKARTA - Dalam ajaran Islam, jenazah dianjurkan untuk segera dimakamkan setelah dimandikan, dikafani, disalatkan, dan diantar ke liang lahat. Karena itu, praktik pengawetan jenazah (embalming) bukan tradisi yang lazim dilakukan, kecuali dalam kondisi tertentu seperti kebutuhan pemulangan jenazah, prosesi kenegaraan, atau situasi darurat.

Meski demikian, sejarah mencatat sejumlah pemimpin Muslim menjalani proses pengawetan sementara sebelum dimakamkan. Tujuannya bukan untuk mempertontonkan jenazah, melainkan menjaga kondisinya selama prosesi penghormatan terakhir. Bahkan, salah satunya baru akan dimakamkan lebih dari empat bulan setelah wafat.

Baca Juga: Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mengawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?


1. Ali Khamenei (Sekitar 131 Hari)

Pemimpin Tertinggi Iran ini meninggal dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026, sebagaimana dikonfirmasi media pemerintah Iran. Pemerintah kemudian memutuskan menunda pemakamannya hingga 4–9 Juli 2026 karena alasan keamanan, kondisi perang, serta persiapan prosesi kenegaraan yang diperkirakan dihadiri jutaan pelayat.

Selama masa penundaan tersebut, jenazah Khamendi diyakini disimpan dalam fasilitas penyimpanan khusus dengan sistem pendingin atau metode konservasi medis agar tetap terjaga hingga prosesi pemakaman selesai. Dengan jeda sekitar 131 hari sejak wafat hingga dimakamkan, Khamenei menjadi salah satu pemimpin Muslim modern dengan masa penundaan pemakaman terlama yang pernah tercatat.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online