Jakarta -
Balita belajar dengan cepat dan menyerap informasi baru layaknya spons. Namun, ternyata tahu kah Bunda bahwa perkembangan otak dimulai jauh sebelum seorang anak dapat berjalan dan berbicara?
Sel-sel otak berkembang biak dengan sangat cepat saat bayi berkembang di dalam rahim. Otak terus tumbuh selama masa bayi seiring dengan perkembangan fungsi motorik seperti keseimbangan dan koordinasi.
Selama masa balita (usia 1 hingga 3 tahun), otak meningkatkan kemampuan kognitif yaitu seberapa cepat seorang anak dapat menafsirkan dan menyampaikan informasi untuk melakukan tugas-tugas kompleks.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama periode pertumbuhan puncak ini, nutrisi memainkan peran penting. Bagi balita, kekurangan nutrisi yang tepat dapat berdampak buruk pada perkembangan kognitif.
Nutrisi penting untuk perkembangan otak bayi
Meskipun semua nutrisi penting untuk pertumbuhan dan fungsi otak, beberapa nutrisi memainkan peran yang lebih besar dalam perkembangan otak dini daripada yang lain. Dikutip dari UCLA Health, Komite Nutrisi Akademi Pediatri Amerika merekomendasikan nutrisi tertentu untuk perkembangan otak yang sehat pada balita:
- Kolin
- Folat
- Yodium
- Zat Besi
- Asam lemak tak jenuh rantai panjang, seperti asam lemak omega-3
- Protein
- Vitamin A, D, B6 dan B12
- Seng
Selain itu, faktanya, otak adalah organ yang sangat rakus, organ pertama tubuh yang menyerap nutrisi dari makanan yang kita makan. Hal ini dikatakan oleh Bethany Thayer, MS, RD, seorang ahli nutrisi Detroit dan juru bicara Asosiasi Dietetik Amerika (ADA).
"Berikan tubuh makanan sampah, dan otak pasti akan menderita," katanya, dikutip dari WebMD.
Lantas apa saja makanan yang bisa tingkatkan daya ingat dan fokus pada anak? Simak daftarnya berikut ini:
1. Telur
Telur kaya akan vitamin dan nutrisi lain yang membantu kesehatan otak. Kolin yang ditemukan dalam kuning telur, adalah komponen kunci dari membran sel yang digunakan tubuh untuk menciptakan neurotransmiter penting dan sinyal membran sel.
Telah terbukti memainkan peran penting dalam perkembangan otak janin atau bayi. Penelitian menunjukkan bahwa kolin meningkatkan fungsi mental dan perkembangan memori. Telur juga merupakan sumber protein yang baik dan membantu anak merasa kenyang lebih lama.
2. Daging tanpa lemak
Zat besi dalam protein daging membantu memasok oksigen ke otak dan kekurangan zat besi terkadang dikaitkan dengan perkembangan kognitif dan defisit perhatian. Daging tanpa lemak seperti ayam dan kalkun serta makanan laut seperti tuna dan kerang merupakan sumber zat besi yang baik.
Mengonsumsi zat besi bersama dengan vitamin C akan membantu penyerapannya secara efisien. Daging tanpa lemak juga merupakan sumber seng yang kaya, yang membantu mengatur komunikasi antara sel-sel saraf di otak.
3. Ikan berlemak
Asam lemak Omega-3 adalah salah satu nutrisi terpenting untuk memastikan otak berfungsi sebagaimana mestinya. Jadi tidak mengherankan jika ikan kembung, salmon, tuna, dan sarden termasuk di antara makanan terbaik untuk otak.
Ikan berlemak merupakan sumber asam lemak omega-3 EPA dan DHA yang sangat baik. DHA, khususnya, memainkan peran penting dari masa kanak-kanak hingga dewasa dalam memori dan pembelajaran, perhatian dan fokus, kesehatan emosional dan perilaku, serta meningkatkan aliran darah ke otak.
4. Brokoli
Brokoli adalah sayuran kaya akan sulforafan, yang memberikan aroma khas pada brokoli. Studi laboratorium telah menemukan bahwa senyawa ini berfungsi untuk mengurangi risiko penyakit otak dan peradangan.
Dikutip dari GoodRX, sulforafan sangat baik untuk otak karena dapat menembus sawar darah-otak, jaringan pembuluh darah dan jaringan yang melindungi otak. Contoh lain sayur silangan seperti kembang kol, kubis, bok choy, dan kubis Brussel.
5. Susu, yogurt, dan keju
Susu, yogurt, dan keju kaya nutrisi karena mengandung protein dan vitamin larut lemak A, D, dan B. Yang mana, semuanya penting untuk pertumbuhan jaringan otak dan komunikasi zat kimia dan enzim otak. Dikutip dari BBC Good Food, studi menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi produk susu tiga kali sehari memiliki kadar senyawa pelindung yang disebut glutathione yang lebih tinggi, yang tampaknya melindungi otak seiring bertambahnya usia.
Jika anak tidak menyukai susu, jangan khawatir, karena ada cara lain untuk menambahkan produk susu ke dalam menu makanan mereka. Hal ini seperti gunakan susu sebagai pengganti air saat membuat bubur, sajikan yogurt sebagai saus celup untuk buah atau taburkan keju parut ke dalam pasta.
6. Biji-bijian utuh dan oat
Oat dan biji-bijian utuh merupakan sumber serat yang sangat baik, dan membuat anak-anak merasa kenyang dan berenergi lebih lama. Mereka membantu mengatur pelepasan glukosa ke dalam darah, mencegah lonjakan kadar gula darah yang pasti akan menyebabkan penurunan energi dan konsentrasi. Biji-bijian utuh dan oat juga merupakan sumber nutrisi yang baik, termasuk vitamin E dan B, kalium, dan seng, untuk membantu otak anak bekerja secara optimal.
7. Alpukat
Alpukat kaya akan berbagai nutrisi, termasuk folat, vitamin E, dan vitamin K. Jadi tidak mengherankan jika alpukat disebut-sebut sebagai makanan untuk otak. Beberapa penelitian telah mengaitkan alpukat dengan peningkatan daya ingat dan fungsi kognitif.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
.png)
9 hours ago
6
















































