Selular.ID – Acer Indonesia memperluas program keberlanjutan #SayangBumi dengan menggandeng 50 sekolah menengah atas (SMA) di wilayah Jabodetabek untuk mengumpulkan limbah elektronik atau e-waste.
Melalui program yang berlangsung sepanjang Juni hingga November 2026 ini, Acer menargetkan pengumpulan 5 ton e-waste sekaligus memberikan edukasi pengelolaan limbah elektronik kepada ribuan siswa.
Inisiatif tersebut diumumkan Acer Indonesia pada 11 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap isu lingkungan yang semakin mendesak.
Program ini hadir di tengah meningkatnya volume limbah elektronik secara global maupun nasional akibat penggunaan perangkat digital yang terus bertambah.
Berdasarkan data Global E-waste Monitor 2024, Indonesia menghasilkan sekitar 1,9 juta ton limbah elektronik pada 2022 dan menjadi salah satu penyumbang e-waste terbesar di Asia Tenggara.
Secara global, laporan yang sama mencatat produksi limbah elektronik mencapai 62 juta ton per tahun, sementara sebagian besar belum dikelola melalui proses daur ulang yang sesuai standar.
Leny Ng, President Director Acer Indonesia mengatakan bahwa tahun keenam pelaksanaan #SayangBumi difokuskan pada lingkungan sekolah karena pendidikan dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran lingkungan jangka panjang.
Menurut Leny Ng, Acer ingin melibatkan generasi muda secara lebih aktif dalam pengelolaan limbah elektronik sekaligus membangun pemahaman bahwa tindakan sederhana dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan apabila dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan.
“Melalui program ini, Acer tidak hanya menyediakan titik pengumpulan limbah elektronik di 50 sekolah peserta, tetapi juga menyelenggarakan workshop edukasi mengenai e-waste,”kata Leny Ng.
Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan dampak limbah elektronik terhadap lingkungan serta pentingnya proses pengelolaan dan daur ulang yang benar.
Langkah Acer menunjukkan perubahan pendekatan dalam program keberlanjutan perusahaan.
Jika sebelumnya fokus lebih banyak pada kegiatan lingkungan seperti penanaman pohon dan rehabilitasi ekosistem.
Kali ini Acer mengarahkan perhatian pada peningkatan literasi lingkungan di kalangan pelajar yang dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk budaya pengelolaan limbah di masa depan.
Selain edukasi, Acer meluncurkan program SayangBumi Changemaker yang akan memilih tiga siswa dari setiap sekolah peserta sebagai agen perubahan lingkungan.
Dengan total 150 siswa terpilih dari seluruh sekolah peserta, para Changemaker diharapkan mampu mengajak rekan-rekan mereka untuk berpartisipasi dalam pengumpulan limbah elektronik.
Sekaligus menyebarkan kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan perangkat elektronik yang bertanggung jawab.
Program ini juga melibatkan EwasteRJ sebagai mitra edukasi dan pengelolaan limbah elektronik.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh e-waste yang terkumpul diproses sesuai prosedur dan standar daur ulang yang berlaku.
Founder EwasteRJ, Rafa Jafar, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai pengelolaan limbah elektronik memerlukan keterlibatan berbagai pihak.
Mulai dari sektor swasta, institusi pendidikan, hingga masyarakat umum. Menurutnya, peningkatan kesadaran sejak usia sekolah dapat menjadi salah satu langkah efektif dalam mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh limbah elektronik.
Target pengumpulan 5 ton e-waste pada 2026 menjadi peningkatan dibanding capaian program #SayangBumi tahun sebelumnya yang berhasil mengumpulkan lebih dari 3 ton limbah elektronik.
Acer berharap partisipasi sekolah dan masyarakat dapat membantu mencapai target tersebut sekaligus memperluas dampak program.
Program #SayangBumi sendiri telah menjadi bagian dari strategi keberlanjutan Acer Indonesia sejak 2021.
Dalam beberapa tahun terakhir, inisiatif tersebut mencakup berbagai kegiatan seperti edukasi lingkungan, aksi bersih pantai, pelatihan pelestarian lingkungan bagi pelajar, penanaman mangrove, pengelolaan limbah elektronik, hingga penanaman ribuan pohon untuk mendukung pengurangan jejak karbon.
Pada pelaksanaan sebelumnya, Acer mencatat keberhasilan penanaman sekitar 2.000 bibit pohon dan pengumpulan lebih dari 3 ton e-waste.
Pencapaian tersebut menjadi dasar bagi perusahaan untuk memperluas cakupan program pada 2026 dengan melibatkan lebih banyak institusi pendidikan.
Rangkaian workshop, edukasi, dan pengumpulan limbah elektronik akan berlangsung hingga November 2026.
Baca Juga:Acer Kini Punya Tablet AI dan Kacamata AR Terbaru
Acer Indonesia menyatakan program ini terbuka tidak hanya bagi sekolah peserta, tetapi juga masyarakat umum yang ingin berkontribusi dalam pengelolaan limbah elektronik secara bertanggung jawab melalui titik pengumpulan yang akan diumumkan secara bertahap selama periode program berlangsung.
.png)


















































