KEMENTERIAN Kesehatan akan merombak sistem akreditasi rumah sakit di Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan ke depan penilaian mutu fasilitas pelayanan kesehatan akan berbasis hasil klinis atau clinical outcome.
Sistem ini membuat akreditasi rumah sakit diukur secara real-time berdasarkan angka kesembuhan dan keselamatan pasien (survival rate). “Jika ada rumah sakit yang tingkat kegagalan operasinya tinggi, status akreditasinya bisa langsung kita turunkan di tengah jalan," kata Budi dikutip dari laman Kementerian Kesehatan pada Jumat, 31 Juli 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Melalui mekanisme ini, kata Budi, status akreditasi sebuah rumah sakit tidak lagi sebatas evaluasi administrasi lima tahunan. Rumah sakit dapat dievaluasi sewaktu-waktu jika terdapat penurunan kualitas pelayanan. “Ini bentuk perlindungan terhadap keselamatan masyarakat,” kata dia.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Azhar Jaya menjelaskan, keberhasilan medis yang dimaksud tidak akan didasarkan pada keberhasilan absolut. Sebab, kata dia, tindakan medis tidak mungkin memiliki tingkat keberhasilan 100 persen. “Oleh karena itu, penilaian akan didasarkan pada standar dan tingkat keberhasilan pelayanan rata-rata nasional, bukan keberhasilan pelayanan absolut," ujar Azhar melalui keterangan tertulis pada Jumat.
Dia memastikan keberhasilan tindakan medis yang akan menjadi indikator akreditasi akan menggunakan rata-rata standar nasional yang disusun bersama antara Kementerian Kesehatan, kolegium, organisasi profesi, asosiasi rumah sakit, serta mengacu pada praktik terbaik di tingkat internasional.
Selain itu, Azhar memastikan bahwa hasil tindakan medis bukan satu-satunya tolok ukur. Kapasitas rumah sakit tetap akan dinilai berdasarkan kesiapan sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, serta alat kesehatan yang dimiliki.
Azhar menyampaikan sistem akreditasi ini akan diterapkan secara bertahap. “Implementasi penuh akan dilakukan setelah adanya kesiapan sistem, terutama integrasi data rumah sakit,” ucap dia.
.png)
















































