DPRD Kota Bogor Dorong Keberlanjutan Program Padat Karya, Bantu Ekonomi Masyarakat

6 hours ago 7

INFO TEMPO - Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata menghadiri kegiatan Program Padat Karya di Lapangan Heulang, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Program tersebut melibatkan sekitar 1.700 warga dari enam kecamatan dan 68 kelurahan di Kota Bogor.

Selama 10 hari, para peserta terlibat langsung dalam pemeliharaan dan pembersihan fasilitas publik di sejumlah wilayah Kota Bogor. Kegiatan tersebut mencakup pembersihan drainase, jalan, trotoar, serta berbagai fasilitas umum lainnya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dadang menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program padat karya yang dinilai tidak hanya membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan kota, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ia berharap Pemerintah Kota Bogor dan DPRD Kota Bogor dapat terus memperkuat kolaborasi dalam penyusunan anggaran, khususnya untuk mendukung keberlanjutan program padat karya.

“Mohon doa restu dari Bapak dan Ibu semua, mudah-mudahan kami Pemerintah Kota Bogor dan juga DPRD Kota Bogor bisa terus bersinergi untuk menyusun anggaran, terutama untuk anggaran padat karya ini,” ujar Dadang.

Dalam kesempatan tersebut, Dadang juga mengingatkan para peserta untuk menjaga kesehatan selama mengikuti kegiatan. Ia meminta warga tidak memaksakan diri ketika merasa lelah saat bekerja.

“Saya berharap Bapak dan Ibu juga bisa menjaga kesehatan. Kalau capek berhenti saja dulu, jangan dipaksakan, karena biaya kesehatan lebih mahal daripada honor padat karya,” katanya.

Sementara itu, peserta program padat karya disebar ke sejumlah titik di Kota Bogor, termasuk kawasan pusat kota seperti Masjid Salman, Jalan Merdeka, Alun-Alun Kota Bogor, Lapangan Sempur, hingga kawasan Surya Kencana.

Program Padat Karya merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Selain membantu menjaga kebersihan dan fasilitas publik, program ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh penghasilan tambahan, mengurangi pengangguran, serta menekan angka kemiskinan ekstrem.

Dengan melibatkan sekitar 1.700 warga, program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ganda bagi Kota Bogor, yakni menciptakan lingkungan yang semakin nyaman sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat terhadap fasilitas publik. (*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online