INFO TEMPO - Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengungkapkan dua siswa korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo dirujuk ke rumah sakit di Jakarta untuk menjalani perawatan lanjutan.
Keputusan tersebut diambil setelah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meminta agar siswa yang mengalami trauma psikologis lebih berat dibandingkan korban lainnya mendapatkan penanganan khusus.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Bobby mengatakan secara medis kondisi para siswa telah ditangani oleh tim dokter di Sumatera Utara. Namun, dua siswa bernama Feby dan Agnes dinilai memerlukan penanganan lebih lanjut karena kondisi psikologis yang lebih berat.
“Wakil Presiden menyampaikan agar ada penanganan langsung dan dimonitor. Ada dua anak yang indikasi medis dan traumanya lebih tinggi daripada teman-temannya, sehingga dibawa ke Jakarta,” kata Bobby usai melepas keberangkatan kedua siswa di Bandara Kualanamu, Jumat, 11 September 2026 lalu.
Menurut Bobby, tim dokter dari Sumatera Utara turut mendampingi kedua siswa selama menjalani proses perawatan di Jakarta.
Ia menegaskan pemulihan para korban tidak hanya berfokus pada kondisi kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan psikologis anak-anak yang terdampak.
Karena itu, Bobby meminta masyarakat dan media ikut mendukung proses pemulihan dengan tidak memberikan tekanan tambahan kepada para siswa, terutama melalui komentar negatif di media sosial.
Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis, sebagian korban mengalami gangguan mental yang dipicu oleh komentar negatif dan perundungan di media sosial setelah kasus tersebut menjadi perhatian publik.
“Anak-anak ini perlu dipulihkan bukan hanya kesehatan medisnya, tetapi juga mental dan psikisnya. Ada yang terganggu karena komentar-komentar dan cyberbullying,” ujarnya.
Bobby mengatakan tim medis juga telah meminta para siswa mengurangi aktivitas di media sosial selama masa pemulihan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi tekanan psikologis yang dapat menghambat proses penyembuhan.
Ia berharap masyarakat dapat menahan diri dari memberikan komentar yang berpotensi memperburuk kondisi para korban dan lebih mengedepankan dukungan terhadap proses pemulihan mereka.
“Demi penyembuhan anak-anak kita, jangan terlalu memberikan tekanan dari luar. Fokus kita adalah membantu mereka pulih,” kata Bobby.(*)
.png)






























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9337844/original/002418600_1788259594-0L5A0298.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4079792/original/044506900_1657030031-IMG_20220705_201041.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336928/original/052082000_1788222063-Gemini_Generated_Image_ctt9wmctt9wmctt9.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336758/original/034311900_1788175118-indo_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334902/original/057214100_1787904674-1000420049.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337949/original/038835400_1788266026-Muhammad_Isfandyar_Abdillah_2.jpg)


