Jakarta -
Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 jatuh pada Jumat, 5 September 2025 mendatang. Umat muslim di seluruh dunia pun memperingati hari bersejarah ini dengan banyak cara, salah satunya memperbanyak ibadah dan amal saleh.
Puasa termasuk salah satu ibadah yang dianjurkan bagi umat muslim. Namun, bolehkah berpuasa saat Maulid Nabi?
Bolehkah puasa saat Maulid Nabi?
Dirangkum dari buku Pro dan Kontra Maulid Nabi karya AM. Wakito, peringatan Maulid Nabi dimaksudkan untuk mengenang peristiwa sejarah yang penting di masa lalu. Nabi sendiri melakukan amal saleh untuk mengenang momen sejarah di masa lalu.
Beliau melakukan puasa Asyura untuk mengenang sejarah Musa. Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, bahwa suatu hari Rasulullah datang di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi sedang berpuasa.
Lalu, beliau bertanya kepada mereka, “Hari apakah ini yang kalian berpuasa di dalamnya?”. Orang-orang Yahudi itu berkata, “Ini adalah hari agung. Di hari ini Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya, dan di hari ini pula Dia menenggelamkan Fir’aun dan kaumnya. Lalu, Musa melakukan puasa sebagai ungkapan syukur dan kami pun berpuasa sepertinya.”
Kemudian, Rasulullah berkata, “Kami lebih berhak dan lebih utama atas Musa daripada kalian”. Setelah itu, Rasulullah mulai berpuasa di hari itu dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya juga. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dari hadis itu dijelaskan bahwa Rasulullah menghargai momen-momen sejarah di masa lalu. Kemudian, beliau berpuasa di dalamnya.
Hal ini juga berlaku pada saat kelahiran Nabi yang menjadi peristiwa penting dalam sejarah umat Islam, sehingga layak untuk diperingati dengan mengerjakan amal-amal saleh padanya, Bunda.
Allah SWT pun memberikan perintah kepada umat-Nya untuk bergembira atas karunia dan rahmat-Nya. Hal ini tercantum dalam firman Allah surat Yunus ayat 58 yang berbunyi sebagai berikut:
قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ
Qul bifaḍlillāhi wa biraḥmatihī fa biżālika falyafraḥū, huwa khairum mimmā yajma'ūn(a).
Artinya:
Katakanlah (Nabi Muhammad), "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya itu, hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan."
Dalam ayat ini, umat muslim diperintahkan untuk berbahagia atas rahmat yang diberikan Allah SWT. Dan sebesar-besarnya rahmat bagi umat ini adalah diutusnya Rasulullah SAW sebagai Nabi dan Rasul
Sebagaimana disebutkan juga dalam Al-Anbiya ayat 107.
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ
Wa mā arsalnāka illā raḥmatal lil-'ālamīn(a).
Artinya:
Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Hukum berpuasa di hari Maulid Nabi
Dilansir dari laman detikcom, berpuasa di hari maulid adalah sunnah atau tidak wajib. Dalam ajaran Islam, pada dasarnya tidak pernah diisyaratkan berpuasa di hari Maulid Nabi atau tanggal 12 Rabiul Awal.
Namun, umat muslim dianjurkan untuk berpuasa setiap hari Senin karena hari tersebut adalah hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim, Nabi bersabda:
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ قَالَ ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ
Artinya:
“Nabi SAW ditanya mengenai puasa hari Senin. Beliau menjawab, itu adalah hari aku dilahirkan, pada hari itu aku diutus dan pada hari itu aku mendapatkan wahyu.”
Maka dari itu, berpuasa pada hari kelahiran Nabi Muhammad SAW juga diperbolehkan, ya, Bunda.
Selain itu, umat Muslim juga dianjurkan untuk menjalani puasa Senin dan Kamis selama bulan Rabiul awal untuk mendapatkan pahala. Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:
تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ، فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا، إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ
Artinya:
“Pintu-pintu surga dibuka setiap Senin dan Kamis. Maka, Allah mengampuni dosa setiap hamba-Nya yang tidak musyrik, kecuali orang yang bermusuhan dengan saudaranya sesama Muslim (hingga keduanya saling memaafkan).” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).
Nah, itulah penjelasan tentang hukum puasa saat Maulid Nabi SAW yang dapat Bunda ketahui. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)