Apresiasi Program Homecare Jember, Wamenkes: Bakal Jadi Pilot Projek Nasional

5 hours ago 3

INFO TEMPO — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengapresiasi program pelayanan kesehatan inovatif Homecare yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Jember.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menghadiri pembukaan program bersama Bupati Jember Muhammad Fawait di Puskesmas Sumber Baru, Kabupaten Jember, Jumat, 24 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Kami sangat kagum karena ini merupakan terobosan baru. Di Indonesia, layanan kesehatan dianggap bagus jika lokasinya dekat. Ternyata, Jember ini wilayahnya sangat luas. Banyak masyarakat tidak punya ongkos ke fasilitas kesehatan meski sudah terlindungi penjaminan. Maka Pak Bupati membuat terobosan Homecare: yang tidak mampu dijemput, yang sakit didatangi," ujar Benjamin.

Ia menegaskan bahwa program Homecare di Jember saat ini menjadi yang pertama dan satu-satunya inovasi pelayanan kesehatan dengan skema operasional komprehensif di Indonesia. Bahkan, operasional program ini memanfaatkan kendaraan dinas kecamatan untuk mengantar dan menjemput pasien.

Sebagai bentuk dukungan penuh, Benjamin berencana mengundang Bupati Jember beserta jajaran Dinas Kesehatan ke Jakarta dalam 2–3 bulan mendatang. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mereview pelaksanaan teknis, kebutuhan pendukung, hingga formula anggaran agar model layanan ini bisa diterapkan secara nasional.

Beberapa poin utama yang disorot Benjamin terkait pelaksanaan Homecare di Jember antara lain, seluruh operasional Homecare, salah satunya adalah biaya bahan bakar armada jemputan yang saat ini ditopang penuh oleh APBD Kabupaten Jember. "Kemenkes berkomitmen membantu penyediaan pasokan obat-obatan serta perlengkapan medis pendukung untuk petugas Homecare di lapangan," tegasnya.

Lebih lanjut, ia kembali mengapresiasi, model pelayanan ini dinilai sangat ideal untuk wilayah-wilayah luas yang memiliki akses transportasi terbatas dan biaya perjalanan medis yang tinggi bagi warga kurang mampu. (*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online