Selular.ID – Baru juga raup untung setelah bertahun-tahun merugi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“Perseroan” atau “Grup GoTo”, BEI: GOTO) hanya boleh tarik potongan 8% ke para mitra mereka.
Seperti Selular beritakan sebelumnya, setelah bertahun-tahun selalu alami kerugian, GOTO akhirnya mencatatkan laba.
Laba pertama kali GOTO setelah bertahun-tahun merugi ini mereka catatkan pada kuartal pertama di tahun 2026.
Perseroan mencatatkan laba bersih untuk pertama kali sebesar Rp171 miliar, dibandingkan dengan rugi bersih Rp367 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Hans Patuwo, Direktur Utama Grup GoTo, mengatakan pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi perusahaan.
“Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha,” ujarnya dalam keterangan yang Selular terima.
“Perjalanan kami berlanjut seiring dengan upaya kami dalam mengakselerasi pertumbuhan melalui pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan, melalui investasi secara berkelanjutan pada kemampuan bisnis yang akan membantu kami mewujudkan hal ini.”
“Kami berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi situasi global saat ini, dan percaya bahwa GoTo dapat tetap memberikan layanan terbaik kepada jutaan masyarakat Indonesia,” sambungnya.
Baca juga:
- Maxim Khawatirkan Monopoli Pasar dari Merger Grab-GoTo yang Makin Nyata
- GoTo Buka Suara Tanggapi Isu CEO Didesak Mundur Jelang Akuisisi Grab
Hans menambahkan GoTo mencapai titik ini berkat dukungan jutaan mitra driver di seluruh Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, mendukung kesejahteraan, serta memperkuat berbagai dukungan yang dapat kami berikan kepada mitra driver,” ujarnya.
Simon Ho, Direktur Keuangan Grup GoTo, menyebut pencapaian ini mencerminkan operating leverage yang kini tertanam secara struktural dalam bisnis mereka.
“Pertumbuhan pendapatan melebihi pertumbuhan biaya secara signifikan, baik di bisnis Fintech maupun On-demand Services,” jelasnya.
“Biaya layanan kami juga menurun seiring dengan strategi teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kami yang mulai membuahkan hasil.”
“Kami memasuki sisa tahun ini dengan arus kas bebas yang disesuaikan positif dan neraca keuangan yang kuat, menegaskan kembali pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun,” tandasnya.
Potongan ke Mitra di Bawah 10%
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keberpihakannya kepada para pengemudi ojek online (ojol) dalam acara peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Monas, Jakarta Pusat.
Prabowo mau potongan tarif untuk aplikator ojol di bawah 10 persen.
Dalam acara May Day 2026 di Monas, Jumat (1/5/2026), awalnya Prabowo melempar pertanyaan kepada massa buruh yang hadir.
Prabowo bertanya apakah pengemudi ojol mau potongan tarif untuk aplikator cukup 10 persen.
“Kalian minta 10% ya? Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10%. Harus di bawah 10%,” kata Prabowo disambut sorak sorai massa buruh yang hadir.
“Enak aje, lo yang keringat, dia yang dapat duit, sorry aje. Kalau nggak mau ikut kita, nggak usah berusaha di Indonesia,” tambahnya.
Baca juga:
- Perpres Ojol Segera Terbit, Atur Status Kerja hingga Tarif
- Prabowo Ingatkan Persaingan Ojol Sehat, Ini Respon Maxim
Prabowo kembali menegaskan bahwa dirinya sudah meneken Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.
Menurut dia, para pekerja transportasi online harus diberi BPJS Kesehatan dan pembagian upah minimal 92 persen.
“Tadi saya bicara harus diberi jaminan kecelakaan kerja, akan diberikan BPJS kesehatan juga pembagian pendapatan dari 80% untuk pengemudi, sekarang menjadi minimal 92% untuk pengemudi,” imbuhnya.
.png)

















































