Baznas Kirim Bantuan dan Layanan Kesehatan untuk Korban Gempa NTT

5 hours ago 5

INFO TEMPO - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengirimkan bantuan darurat dan layanan kesehatan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini sebagai bagian dari kepedulian kemanusiaan dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua Baznas Sodik Mudjahid menjelaskan, penanganan gempa NTT terus diperkuat melalui penyaluran bantuan sembako, makanan, tenda pengungsian, layanan kesehatan, perlakuan khusus ibu dan anak, hingga perbaikan fasilitas umum seperti sekolah, masjid, serta MCK.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Ini adalah bagian pengabdian kita kepada Allah, bagian dari pengabdian kita kepada sesama bangsa, mudah-mudahan dicatat oleh Allah sebagai rasa syukur kita atas kemerdekaan yang Allah limpahkan kepada bangsa Indonesia,” kata Sodik Mudjahid saat memimpin Upacara HUT ke-81 RI di Kantor Baznas, Jakarta, pada Senin, 17 Agustus 2026.

Menurut dia, langkah tanggap darurat pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026 dilakukan dengan menerjunkan personel BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) ke Labuan Bajo. Mereka bertugas mendirikan posko dan dapur umum serta menyalurkan bantuan logistik di Desa Reo, Kabupaten Manggarai.

Baznas juga mengajak masyarakat dan para donatur untuk mendukung penanganan korban gempa melalui infak, sedekah, dan donasi guna mempercepat proses pemulihan di NTT.

“Kami berharap bahwa pasukan-pasukan kami yang sudah berada di NTT itu juga mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari para muzaki, dari para munfiq, dari para donatur untuk terus memberikan dukungan sedekahnya, infaknya, dan donasinya kepada pasukan-pasukan kita yang mulai hari kemarin sudah bergerak di NTT,” ujar Sodik Mudjahid.

Berdasarkan data sementara BNPB hingga Ahad, 16 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, gempa yang diikuti 995 kali gempa susulan tersebut mengakibatkan 53 orang meninggal dunia, 137 orang luka-luka, 5.659 warga mengungsi, serta merusakkan 2.403 rumah dan 213 fasilitas umum di berbagai kabupaten terdampak. (*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online