BEM UI Gelar Aksi Peringatan Hari Buruh 2026 di DPR

1 hour ago 1

BADAN Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia atau BEM UI menyatakan bakal turun ke jalan dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 pada Jumat, 1 Mei mendatang. Hal itu diumumkan lewat selebaran seruan aksi yang diunggah di akun media sosial Instagram @bemui_official.

"Seruan aksi Hari Buruh #MeiMelawan. Titik aksi di DPR RI," tulis keterangan di poster yang diunggah akun resmi organisasi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

BEM UI menyatakan 1 Mei bukan hanya tanggalan biasa dalam kalender. Hari itu mesti dimaknai sebagai simbol perjuangan panjang bagi kelas pekerja dalam melawan ketidakadilan. "Hari Buruh Internasional hadir sebagai pengingat bahwa kesejahteraan buruh adalah hak," kata BEM UI.

BEM UI menyatakan buruh tidak boleh dibungkam oleh siapapun dalam menyuarakan aspirasinya. Terlebih, kondisi buruh di Indonesia tertekan akibat tingginya biaya hidup, ketidakpastian kerja, serta kebijakan pemerintah yang makin melenceng dari kepentingan masyarakat.

"Mahasiswa sebagai bagian dari rakyat, memiliki tanggung jawab untik berdiri bersama dan menyuarakan perubahan. Mari satukan langkah, kawal hak-hak buruh, dan perjuangkan keadilan sosial," ucap BEM UI.

Di daerah lain, BEM Keluarga Mahasiswa Universitas Padjajaran menyatakan bakal berunjuk rasa dalam memperingati May Day tahun ini pada Jumat, 1 Mei 2026. BEM Kema Unpad bersama Aliansi Jatinangor Bergerak akan bersolidaritas dan berdemonstrasi terkait kondisi ketenagakerjaan dan pemenuhan hak-hak buruh di Pangkalan Damri, Jatinangor, Jawa Barat.

Adapun peringatan May Day 2026 di DPR juga digelar oleh sejumlah organisasi serikat pekerja yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau Gebrak. Mereka menolak bergabung dengan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia atau KSPSI yang menggelar aksi di Monumen Nasional bersama Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia atau KASBI Sunarno mengatakan akan ada sekitar 10 ribu orang yang berunjuk rasa di depan gedung Parlemen. “Kami mengusung tema May Day bersama Rakyat,” kata dia ketika dihubungi pada Kamis, 30 April 2026.

Sunarno mengatakan aksi yang digelar kelompoknya berbeda dengan yang diselenggarakan oleh KSPSI di Monas. Dia menyatakan peringatan Hari Buruh di depan gedung DPR sebagai aksi yang mandiri dan independen. “Perayaan May Day yang diselenggarakan di Monas menurut kami syarat dengan narasi mainstream dan kooptasi kekuasaan,” ucapnya.

Aliansi Gebrak membawa sejumlah tuntutan dalam aksi May Day di depan Gedung DPR ini. Pertama, mendesak negara segera mewujudkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang pro terhadap buruh. Mereka meminta agar pembahasan pembentukan legislasi ini melibatkan serikat buruh.

Tuntutan kedua, mereformasi sistem pengupahan dan menghilangkan disparitas upah. Aliansi meminta agar para pekerja buruh mendapat upah layak secara nasional yang adil dan bermartabat.

Kemudian poin tuntutan lainnya seperti terjaminnya kepastian kerja, penghapusan sistem outsourcing serta kerja kontrak, meratifikasi Konvensi ILO 188 dan Konvensi ILO 190, menuntut negara untuk memberi kesejahteraan kepada tenaga pendidik hingga pekerja kesehatan, menghentikan pemutusan hubungan kerja massal, mewujudkan pendidikan serta kesehatan gratis, serta menegakkan supremasi sipil.

Aliansi juga menuntut pemerintah menjalankan reforma agraria sejati dengan menghentikan penggusuran tanah rakyat, dan terlibat aktif di kancah global untuk perdamaian dunia.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online