Jakarta, Pintu News – Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah mengalami tekanan jual signifikan di akhir pekan. Penurunan harga ini dipicu oleh kekecewaan pasar terhadap kebijakan terbaru Amerika Serikat yang gagal memenuhi ekspektasi, serta munculnya kekhawatiran dari pergerakan aset kripto milik perusahaan besar.
Data pasar terbaru juga menunjukkan adanya perubahan perilaku pelaku pasar, baik di pasar spot maupun derivatif, yang semakin memperkuat sentimen kehati-hatian di kalangan investor.
Harapan Kebijakan Pupus, Bitcoin (BTC) Terkapar
Penurunan harga Bitcoin (BTC) terjadi sejak 22 Mei hingga pagi 23 Mei, di mana grafik CoinPost memperlihatkan BTC berada di kisaran $75.378 setelah sempat menyentuh $75.133. Harga bergerak turun secara bertahap dari area $78.000 seiring meningkatnya tekanan jual sepanjang sesi perdagangan. Salah satu pemicu utama adalah munculnya Rancangan Undang-Undang American Reserve Modernization Act (ARMA) yang diharapkan membawa angin segar bagi pasar kripto.
Sumber: Coin EditionSayangnya, ARMA yang digagas oleh Nick Begich dan Jared Golden hanya berfokus pada pembentukan cadangan strategis Bitcoin (BTC) dan modernisasi pengelolaan aset digital pemerintah, tanpa adanya mandat pembelian 1 juta BTC seperti yang diharapkan pelaku pasar Jepang.
Ketiadaan target pembelian langsung ini memicu aksi jual karena pasar merasa harapan mereka tidak terpenuhi. Selain itu, ketidakpastian seputar RUU CLARITY di Senat Amerika Serikat juga menambah beban sentimen negatif, terutama setelah munculnya isu konflik kepentingan terkait aktivitas kripto yang melibatkan pihak-pihak tertentu.
Sumber: Coin EditionFaktor lain yang menambah tekanan adalah laporan transfer 2.650 BTC senilai sekitar $205 juta oleh Trump Media and Technology Group ke Crypto.com. Meskipun perusahaan menyatakan tidak menjual aset tersebut, aksi transfer ini tetap memicu kekhawatiran di tengah pengawasan ketat terhadap pergerakan Bitcoin (BTC) milik korporasi besar.
Tekanan Jual Meningkat di Pasar Spot dan Derivatif
Struktur pasar semakin menegaskan suasana pesimistis. Grafik CoinPost menunjukkan dominasi tekanan jual di pasar spot maupun derivatif selama sesi 22 hingga 23 Mei, dengan bar merah mendominasi terutama setelah aksi jual di malam hari. Tekanan jual di pasar spot muncul lebih dulu, namun pasar derivatif kemudian menyusul dengan volume penjualan yang lebih besar.
Fenomena ini penting karena pelemahan di kedua pasar menandakan adanya pengurangan risiko secara menyeluruh, bukan sekadar aksi spekulasi jangka pendek di pasar derivatif. Grafik heatmap CoinPost Terminal juga memperlihatkan pergerakan harga BTC yang terus menurun secara perlahan namun konsisten, gagal bertahan di area $77.000 dan akhirnya turun ke kisaran $75.000.
Baca juga: Harga Jual Emas Tanpa Surat Kadar 5K – 24K Hari Ini, Senin 25 Mei 2026
Likuiditas yang terkonsentrasi di bawah harga terbaru menandakan potensi tekanan jual lanjutan jika harga menembus level psikologis tersebut. Posisi terbuka di CME juga memberikan sinyal kehati-hatian.
Data Commitment of Traders (COT) menunjukkan open interest menurun dari level awal Mei, mengindikasikan pelaku institusi mulai mengurangi eksposur dan risiko menjelang sejumlah agenda penting. Sementara itu, dana leverage memperbesar posisi short, sedangkan asset manager masih cenderung long namun dengan proporsi yang melemah.
Trader Opsi Perkuat Proteksi, Waspadai Risiko Penurunan Lanjutan
Data opsi memperlihatkan perubahan signifikan dalam strategi manajemen risiko pelaku pasar. Open interest opsi Bitcoin (BTC) di Deribit menunjukkan posisi call sebesar 232.340 dan put sebesar 158.621, dengan rasio put-call naik 4% menjadi 100,62. Kenaikan rasio ini menandakan permintaan proteksi terhadap penurunan harga semakin tinggi, seiring harga spot yang terus melemah.
Sumber: Coin EditionMinat terbuka terbesar tercatat di strike $75.000, di mana harga BTC sedang diperdagangkan, serta aktivitas tinggi di level downside terdekat. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku pasar lebih memilih mengantisipasi risiko penurunan ketimbang mengejar peluang kenaikan harga. Meskipun posisi call masih lebih besar secara absolut, perubahan rasio put-call menandakan pergeseran sentimen dari optimisme kebijakan menjadi kewaspadaan terhadap risiko.
Beberapa agenda penting dalam waktu dekat menjadi perhatian utama, seperti rilis indeks manufaktur ISM pada 1 Juni, laporan ketenagakerjaan AS pada 5 Juni, serta debat RUU CLARITY di Senat pada pekan kedua Juni. Semua agenda ini berpotensi mempengaruhi ekspektasi suku bunga, selera risiko, dan sentimen kebijakan kripto secara keseluruhan.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
- Coin Edition. Bitcoin Faces Fresh Selling as ARMA Bill Lacks 1 Million BTC Mandate. Diakses pada tanggal 24 Mei 2026
- Featured Image: Generated by AI
.png)












































