FARREL Rafif Wibowo, 23 tahun, masih belum mengetahui berapa penghasilan yang akan diterimanya setelah lulus dari pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Padahal, Farrel bersama ribuan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) lainnya telah menuntaskan pendidikan dan latihan selama 45 hari yang digelar Kementerian Pertahanan.
Farrel juga akan segera ditempatkan untuk mengelola koperasi yang tersebar di berbagai daerah setelah dinyatakan lulus sebagai calon manajer koperasi pada Jumat, 31 Juli 2026. “Kita belum dikasih tahu berapa gaji yang akan diterima,” kata Farrel saat ditemui seusai upacara penutupan pendidikan dan pelatihan SPPI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Lulusan Ilmu Komunikasi Sekolah Tinggi Multimedia Yogyakarta ini mengungkapkan bahwa sejak proses pendaftaran, panitia belum pernah merinci besaran honorarium tersebut. Informasi yang diterima peserta sebatas janji bahwa detail gaji akan diumumkan saat penandatanganan kontrak kerja usai kelulusan. Rencananya, mereka akan diikat dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun.
Meski demikian, Farrel mengaku tidak terlalu ambil pusing. Bagi lulusan baru ini, yang terpenting adalah memperoleh pengalaman kerja profesional pertamanya. “Detailnya masih tetap menunggu info dari atasan,” ucap dia.
Selain persoalan gaji, calon manajer koperasi juga masih menunggu informasi mengenai rincian pekerjaan yang akan menjadi tugas mereka. Farhan Juliansyah, 25 tahun, mengatakan mereka baru diberikan pembekalan mengenai tugas manajer secara umum. “Untuk job desk detailnya nanti akan diinformasikan lagi, soalnya di akun portalnya sendiri masih belum dikeluarkan,” tutur dia.
Farhan merupakan lulusan Arsitektur Universitas Bung Hatta, Padang. Ia juga pernah bekerja sebagai desainer arsitektur sebelum akhirnya mendaftar sebagai manajer koperasi desa merah putih.
Pada gelombang pertama ini, Kementerian Pertahanan resmi meluluskan sebanyak 33.785 peserta SPPI. Jumlah tersebut terdiri atas 28.626 calon manajer koperasi dan 5.159 calon manajer Kampung Nelayan Merah Putih.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letnan Jenderal Tri Budi Utomo mengatakan seluruh peserta tersebut akan segera ditempatkan di berbagai daerah. Mereka akan menjalani penugasan selama kurang lebih dua tahun. “Mereka nantinya akan mendapat penugasan selama kurang lebih dua tahun,” kata Tri.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan hingga saat ini ada 18.672 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah selesai dibangun. Dari jumlah itu, sebanyak 1.021 koperasi sudah mulai beroperasi dan akan menjadi lokasi penempatan para manajer lulusan SPPI.
Joao menjelaskan bahwa penempatan akan disesuaikan dengan domisili masing-masing calon manajer. Adapun mengenai persoalan gaji, ia mengungkapkan besarnya nominal masih dibahas secara internal. "Siang ini akan rapat untuk bahas itu," ujarnya.
.png)
















































