Jakarta -
Menyapih dari payudara tidak bisa dadakan dilakukan jika tak ingin terkena risiko sumbatan ASI. Simak cara menyapih dengan berhenti pumping ASI dengan tahapan berikut, Bunda.
Selain menyapih bayi dari payudara, ternyata ada juga urusan menyapih dari pompa lho, Bunda. Bagi Bunda yang ingin melakukannya, sebaiknya gunakan secara perlahan untuk memungkinkan ASI berkurang pelan-pelan, tanpa rasa penuh atau tidak nyaman.
Kapan harus menyapih Si Kecil?
Perjalanan menyusui setiap ibu pada akhirnya akan berakhir ya, Bunda. Ketika perjalanan tersebut sampai pada waktunya, lakukan secara perlahan untuk memberikan kenyamanan baik untuk Si Kecil dan juga Bunda.
Mengenai kapan waktu yang tepat menyapih bayi, sebenarnya tidak ada patokan usia tertentu ya, Bunda. Menurut The American Academy of Pediatrics, pemberian ASI eksklusif atau memberikan ASI perah kepada bayi jika memungkinkan dilakukan selama enam bulan pertama setelah kelahiran dan terus memberikan ASI selama satu tahun atau lebih. Tetapi, ini merupakan pengalaman yang sangat pribadi yang melibatkan Bunda dan bayi.
Cara terbaik menyapih
Cara terbaik untuk menghentikan durasi menyusui secara perlahan yakni dengan memperpendek atau mengurangi sesi menyusui secara pelan-pelan selama beberapa minggu atau bulan jika memungkinkan.
Alasannya, mengurangi sesi menyusui secara bertahap adalah cara yang lembut bagi bayi untuk menyesuaikan diri dan mengembangkan rutinitas serta ekspektasi baru.
Manfaat lainnya dari menghilangkan atau memperpendek sesi menyusui secara bertahap adalah menghindari pembengkakan dan semua komplikasi yang terkait dengannya seperti saluran yang tersumbat dan mastitis. Saat Bunda menghentikan sesi menyusui dan memompa, tubuh akan memproduksi lebih sedikit hingga Bunda tidak lagi memproduksi ASI.
Strategi penyapihan lainnya bagi ibu yang memompa adalah mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan untuk memompa secara bertahap selama setiap sesi.
Bunda dapat mempraktikkannya dengan mempersingkat setiap waktu memompa beberapa menit dan berikan tubuh beberapa hari untuk menyesuaikan diri. Setelah itu terus kurangi waktu dari sesi memompa ASI hingga tidak ada lagi ASI yang perlu dipompa. Bunda juga dapat mulai menyebarkan jumlah waktu di antara sesi memompa, lalu hilangkan sesi dari jadwal Bunda saat tubuh mulai menyesuaikan diri.
Praktik penyapihan secara bertahap sedianya dapat membantu Si Kecil terbiasa dan membantu mereka menyesuaikan diri untuk minum dari botol atau cangkir daripada dari payudara. Sementara, ketika Bunda memutuskan menyapih secara tiba-tiba tentunya tidak memberi mereka kesempatan untuk berlatih dan menyesuaikan diri dengan semua pengalaman dan cara baru untuk mendapatkan nutrisi ini.
Nah, ketika memulai untuk penyapihan secara bertahap, sering kali bayi jadi bingung dan rewel dengan perubahan jadwal menyusui yang sengaja Bunda kurangi perlahan. Ketika bayi bingung atau frustrasi dengan perubahan jadwal menyusui, berikut adalah hal yang dapat Bunda lakukan untuk mengalihkan perhatian mereka:
1. Mulailah dengan menghilangkan sesi menyusui yang tidak begitu penting bagi bayi, seperti sesi siang hari yang dapat Bunda ganti dengan camilan atau aktivitas yang menyenangkan.
2. Ubah rutinitas untuk mengalihkan perhatian mereka. Misalnya, pergilah jalan-jalan daripada tinggal di rumah selama sesi menyusui yang biasa. Berjalan-jalan, bermain dengan mainan baru, atau membaca buku adalah cara lain bagi bayi Bunda untuk berinteraksi dan menghabiskan waktu dekat dengan Bunda. Cobalah untuk mengalihkan perhatian mereka sebelum bayi mengungkapkan keinginan untuk menyusu.
3. Cobalah untuk tidak duduk bersama bayi di kursi yang biasa Bunda gunakan untuk menyusui mereka saat memberinya botol. Berikan mainan baru untuk mengalihkan perhatian mereka dan mengembangkan beberapa kebiasaan baru, seperti membaca buku atau bermain di lantai bersama.
Meskipun hubungan menyusui berakhir, bayi tetap ingin dekat dan terhubung dengan Bunda. Ini adalah kesempatan untuk menciptakan cara-cara baru untuk menghabiskan waktu khusus bersama yang meliputi pelukan, belaian, dan ekspresi cinta seperti dikutip dari laman Lancestergeneralhealth.
4. Waktu-waktu menyusui tertentu mungkin lebih penting bagi bayi, seperti saat tidur siang, sebelum tidur, atau pagi hari. Dalam hal ini, Bunda dapat memulainya dengan memperpendek durasi sesi-sesi ini dan menghilangkannya di akhir sesi. Bunda mungkin merasa masih ingin menyusui pada waktu-waktu ini meskipun Bunda telah menghentikan sesi menyusui lainnya. Bunda pun dapat memilih apakah ingin menghentikan menyusui sepenuhnya atau mengurangi waktu menyusui.
5. Mintalah bantuan anggota keluarga lain atau orang yang mendukung terutama pada waktu tidur atau malam hari saat Bunda biasanya menawarkan ASI. Memiliki orang lain untuk menjaga bayi dapat membantu mengalihkan perhatiannya dan mengurangi keinginannya untuk menyusui.
Menyapih dari pompa ASI
Selain menyapih bayi dari payudara, Bunda yang terbiasa memompa ASI juga kerap memutuskan untuk menyapih diri dari pompa ASI. Nah, seperti halnya menyapih dari payudara, menyapih dari pompa juga sebaiknya dilakukan secara bertahap. Sehingga, Bunda tetap nyaman dan payudara pun tidak mengalami pembengkakan.
Ada beberapa cara yang dapat Bunda lakukan untuk menyapih dari pompa yang bisa dilakukan ya, Bunda. Berikut ini beberapa caranya:
1. Kurangi satu sesi pemompaan pada satu waktu
Coba kurangi satu sesi pemompaan setiap 3-7 hari. Misalnya, kurangi sesi pertama pada hari ke-1 (sementara memompa secara teratur pada sesi lainnya), sesi kedua pada hari ke-4, sesi ketiga pada hari ke-7, dan seterusnya.
2. Kurangi waktu pemompaan untuk setiap sesi pemompaan sekaligus
Coba kurangi semua sesi pemompaan yang Bunda kurangi dua menit setiap dua hari. Misalnya, jika Bunda biasanya memompa selama 20 menit pada setiap sesi menyusui, maka pada hari ke-1 & ke-2 pompa selama 18 menit, pada hari ke-3 & ke-4 pompa selama 16 menit, dan seterusnya. Bunda mungkin dapat sedikit mempercepat, atau Bunda mungkin perlu melakukannya lebih lambat dari ini sesuai kenyamanan masing-masing busui seperti dikutip dari laman Kellymom.
3. Secara bertahap tingkatkan lamanya waktu antara sesi pemompaan
Daripada menjaga sesi pemompaan pada waktu yang biasa, secara bertahap perpanjang jumlah waktu antara sesi. Seperti biasa, biarkan kenyamanan menjadi panduan Bunda.
Cara ini akan secara bertahap mengurangi jumlah sesi pemompaan. Misalnya, jika Bunda biasanya memompa ASI setiap 3 jam, cobalah memompa ASI setiap 3,5 jam pada hari ke-1 hingga ke-3, setiap 4 jam pada hari ke-4 hingga ke-6, dan seterusnya. Secara bertahap, kurangi durasi sesi pemompaan ASI saat Bunda merasa nyaman melakukannya.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)