KETUA Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menepis tudingan bahwa partai banteng menjadi dalang kerusuhan gelombang demonstrasi Agustus 2025. Megawati membantah tudingan tersebut langsung kepada Presiden Prabowo Subianto yang juga mendengar dugaan peran PDIP di balik rusuhnya demo tahun kemarin.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Presiden ke-5 ini mengaku mendapat informasi awal dari penasihat hukum PDIP. Cerita ini ia bagikan saat berpidato dalam sidang senat pengukuhan profesor emeritus Arief Hidayat di Universitas Borobudur, Jakarta, pada Sabtu, 2 Mei 2026.
"Saya ndak setuju kalau ada demonstrasi. Lha waktu kemarin yang Agustus itu, tiba-tiba ada, kami punya pengacara mengatakan bahwa itu kan diinikannya (ditudingkan) untuk ke partai kami," kata Megawati pada Sabtu dipantau dari kanal Youtube Universitas Borobudur TV.
Selepas itu, Megawati mengaku meminta Prabowo menunjukkan apa bukti dari yang mengarahkan kesimpulan bahwa PDIP berada di balik kerusuhan tahun lalu. Dia tidak terima jika PDIP dituduh begitu saja hanya berdasarkan informasi yang berseliweran.
"Saya ketemu dengan Pak Prabowo, saya mengatakan pada beliau, 'Pak, kalau memang kami, buktinya saja dulu, gampang. Kita sama-sama ketua umum.' Jangan begitu dong. Hanya mengatakan itu yang di belakangnya adalah merah," kata mantan wakil presiden ke-8 ini.
Kemudian, Megawati menyinggung perihal persatuan Indonesia yang seharusnya meneladani nilai-nilai pancasila dan menghargai perbedaan meski berbeda kelompok sebagaimana dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Dia pun bertanya-tanya, apakah elite partai politik telah melupakan itu semua.
"Yang katanya Bhinneka Tunggal Ika, yang katanya kita harus bergotong royong, yang katanya kita Pancasila, hah? Hanya untuk menjatuhkan seseorang ataupun kelompoknya karena tidak bisa sama, apakah kita ini sudah menjadi negara apa? Coba tolong saya diberitahu," ujar dia.
Merenggangnya hubungan Megawati dan Prabowo akibat dugaan PDIP mengorkestrasi demo telah diulas dalam Majalah Tempo edisi 14 September 2026. Setelah kemarahan publik memanas akibat kematian Affan Kurniawan, Prabowo mengumpulkan ketua partai politik di Istana Kepresidenan, Jakarta, 31 Agustus 2025.
Saat itu juga Prabowo bertemu dengan Megawati dan berbicara empat mata. Tempo mendengar cerita bahwa Prabowo mendapat informasi keterlibatan PDIP dalam kerusuhan demo.
Tudingan ini mencuat setelah anggota DPR fraksi PDIP Adian Napitupulu melayat jenazah Affan di RSCM setelah dilindas kendaraan taktis Brimob pada 28 Agustus 2025. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto membantah PDIP menunggangi kerusuhan demo itu. Selengkapnya artikel bisa dibaca di sini.
Egi Adyatama berkontribusi dalam tulisan ini
Pilihan editor: Raffi Ahmad Duta BPJS, Efektifkah Pesohor Mencegah Penyakit
.png)
















































