China Kecam Kesepakatan Dagang ASTaiwan Senilai Rp4.227 Triliun

17 hours ago 6

loading...

Pemerintah China melontarkan kecaman keras terhadap perjanjian dagang yang baru saja ditandatangani antara Amerika Serikat (AS) dan Taiwan. FOTO/AP

JAKARTA - Pemerintah China melontarkan kecaman keras terhadap perjanjian dagang yang baru saja ditandatangani antara Amerika Serikat (AS) dan Taiwan. Beijing menilai kesepakatan tersebut berpotensi merusak fondasi hubungan diplomatik China–AS serta memperkeruh stabilitas kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pengumuman Departemen Perdagangan Amerika Serikat terkait kesepakatan investasi besar dengan Taiwan yang melibatkan sektor strategis semikonduktor dan teknologi tinggi.

"China dengan tegas menentang perundingan dan penandatanganan perjanjian apa pun yang mengandung implikasi kedaulatan dan bersifat resmi antara wilayah Taiwan China dan negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan China," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (16/1), seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Luar Negeri China.

Baca Juga: Ini Respons AS atas Latihan Perang China yang Mengepung Taiwan

Guo juga mendesak Amerika Serikat untuk secara sungguh-sungguh mematuhi Prinsip Satu China dan tiga komunike bersama China–AS, yang selama ini menjadi dasar hubungan bilateral kedua negara.

Kesepakatan yang diumumkan Washington pada Kamis (15/1) itu mencakup komitmen investasi senilai US$250 miliar atau setara Rp4.227 triliun dari perusahaan semikonduktor dan teknologi Taiwan untuk membangun serta memperluas kapasitas produksi di Amerika Serikat. Sebagai imbalannya, tarif impor produk asal Taiwan akan diturunkan dari 20 persen menjadi 15 persen.

Selain investasi langsung, Taiwan juga akan menyediakan tambahan jaminan kredit senilai US$250 miliar guna mendukung perusahaan kecil dalam rantai pasok semikonduktor yang ingin berekspansi ke Amerika Serikat. Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) sebelumnya telah berkomitmen menanamkan investasi US$100 miliar untuk memperluas operasinya di Arizona sebagai bagian dari total nilai tersebut.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online