Perawatan berat 129 sarana dan layanan 1,39 juta pelanggan pada Semester I 2026 memperkuat kesiapan operasi kereta api di bagian utara Sumatra
Medan (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat layanan yang telah beroperasi di Divisi Regional I Sumatera Utara serta kemampuan perawatan sarana di Balai Yasa Pulubrayan, Medan. Penguatan tersebut diperlukan untuk menjaga layanan masyarakat saat ini sekaligus menyiapkan data dan dukungan teknis bagi kajian pengembangan konektivitas kereta api Sumatera Utara–Aceh.
Pengembangan konektivitas tersebut masih memerlukan kajian menyeluruh dan keputusan pemerintah. Kajian perlu mempertimbangkan kebutuhan perjalanan masyarakat, potensi ekonomi, keselamatan, kesiapan prasarana, pola operasi, tata ruang, dampak lingkungan dan sosial, pembiayaan, serta keterhubungannya dengan jaringan yang telah beroperasi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, KAI siap mendukung proses tersebut sesuai kewenangan dan penugasan yang diberikan pemerintah.
“Konektivitas Sumatera Utara–Aceh masih berada dalam proses kajian. KAI dapat memberikan dukungan berupa data operasi, kebutuhan sarana, proyeksi pelayanan, dan kemampuan teknis. Sementara proses tersebut berjalan, prioritas kami adalah memastikan layanan yang telah digunakan masyarakat di Sumatera Utara tetap aman dan andal,” ujar Anne.
Saat ini, wilayah Divre I Sumatera Utara memiliki 476,460 kilometer lintas aktif dan 43 stasiun aktif yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Jaringan tersebut melayani perjalanan masyarakat serta distribusi barang menuju berbagai wilayah, termasuk Binjai, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Kisaran, Tanjungbalai, Rantauprapat, Belawan, Kuala Tanjung, dan Kualanamu.
Keberadaan jaringan aktif memberi data awal untuk membaca pola perjalanan, pusat permintaan, kebutuhan operasi, serta potensi integrasi dengan pelabuhan, bandara, kawasan industri, sentra perkebunan, dan pusat ekonomi daerah.
Sepanjang Semester I 2026, KAI Divre I Sumatera Utara melayani 1.391.120 pelanggan, tumbuh sekitar 5 persen dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 1.328.372 pelanggan.
Secara bulanan, KAI melayani 233.133 pelanggan pada Januari, 200.042 pelanggan pada Februari, 265.081 pelanggan pada Maret, 221.254 pelanggan pada April, 235.824 pelanggan pada Mei, dan 235.786 pelanggan pada Juni 2026.
Pertumbuhan terlihat pada sejumlah relasi utama. KA Sribilah Utama dan KA Sribilah Fakultatif relasi Medan–Rantauprapat pergi-pulang melayani 419.637 pelanggan, naik 8 persen dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 387.459 pelanggan.
KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai pergi-pulang melayani 649.892 pelanggan, tumbuh 2 persen dibandingkan 639.839 pelanggan. Sementara itu, KA Siantar Ekspres relasi Medan–Pematangsiantar pergi-pulang melayani 272.759 pelanggan, meningkat 9 persen dibandingkan 251.088 pelanggan.
Ketiga layanan tersebut mencakup sekitar 96,5 persen dari total pelanggan Divre I Sumatera Utara pada Semester I 2026. Data tersebut menunjukkan kuatnya kebutuhan perjalanan antara Medan dan pusat kegiatan masyarakat di sisi timur Sumatera Utara.
“Pertumbuhan pelanggan menjadi data penting dalam merencanakan kapasitas dan pola pelayanan. Setiap rencana pengembangan jaringan harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, kelayakan operasi, serta manfaat ekonomi dan sosial yang dapat dihasilkan,” kata Anne.
Kesiapan operasi di Sumatera Utara didukung Balai Yasa Pulubrayan yang telah menjalankan fungsi perawatan sarana sejak 1915. Selama lebih dari satu abad, fasilitas ini menangani perawatan berat lokomotif, kereta penumpang, kereta pembangkit, gerbong barang, dan peralatan khusus.
Pada Semester I 2026, Balai Yasa Pulubrayan menyelesaikan perawatan berat terhadap lima lokomotif, 18 kereta penumpang, 102 gerbong barang, tiga kereta pembangkit, dan satu peralatan khusus. Total 129 sarana tersebut mencapai 100 persen dari program perawatan Semester I 2026.
Perawatan dilakukan berdasarkan siklus 24 bulan, 36 bulan, 48 bulan, hingga 72 bulan sesuai jenis dan ketentuan teknis setiap sarana. Pekerjaannya mencakup pemeriksaan serta perbaikan mesin, struktur, sistem pengereman, perangkat roda, bogie, kelistrikan, interior, dan pengujian fungsi sebelum sarana kembali digunakan.
Balai Yasa Pulubrayan juga mengerjakan modifikasi dua kereta ekskonservasi menjadi kereta penolong. Pekerjaan meliputi penyesuaian struktur, instalasi kelistrikan, partisi, plafon, ventilasi, serta perangkat pendukung untuk membantu penanganan kondisi darurat di lintas.
“Balai Yasa Pulubrayan menjaga ketersediaan sarana bagi layanan penumpang dan barang di Sumatera Utara. Kapasitas perawatan ini perlu dijaga dan dikembangkan secara bertahap mengikuti kebutuhan operasi serta arah kebijakan pemerintah,” ujar Anne.
Keandalan sarana turut mendukung pelayanan selama libur sekolah. Pada periode 20 Juni–5 Juli 2026, layanan kereta api di wilayah Divre I Sumatera Utara mencatat 141.799 pelanggan. Dari jumlah tersebut, Stasiun Medan melayani 49.403 pelanggan berangkat dan 51.374 pelanggan tiba.
Untuk program diskon transportasi 30 persen di Sumatera Utara, promo diberikan pada KA Sribilah Fakultatif relasi Medan–Rantauprapat pergi-pulang. Selama periode libur sekolah tersebut, KA Sribilah Fakultatif melayani 9.044 pelanggan dan seluruh pelanggan pada perjalanan itu memperoleh diskon 30 persen.
“Pemanfaatan promo KA Sribilah Fakultatif memperlihatkan kebutuhan perjalanan yang kuat antara Medan dan Rantauprapat. Program pelayanan seperti ini tetap harus didukung kesiapan sarana, petugas, stasiun, dan pengaturan perjalanan yang baik,” kata Anne.
Secara nasional, program diskon transportasi selama libur sekolah dimanfaatkan oleh 1.303.191 pelanggan, meningkat sekitar 11 persen dibandingkan periode program 2025 sebanyak 1.173.612 pelanggan. Total layanan KAI pada periode 20 Juni–5 Juli 2026 mencapai 3.451.031 pelanggan atau tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan periode sebelumnya.
KAI akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait dalam memberikan data maupun masukan teknis bagi kajian konektivitas Sumatera Utara–Aceh. Belum terdapat keputusan pembangunan ataupun jadwal pengoperasian karena seluruh tahapan masih bergantung pada hasil kajian dan kebijakan pemerintah.
“KAI menjaga layanan di Sumatera Utara agar tetap andal sekaligus menyiapkan kemampuan teknis untuk mendukung kebijakan pemerintah. Apabila hasil kajian mengarah pada pengembangan konektivitas menuju Aceh, KAI siap menjalankan peran sesuai kewenangan dan penugasan yang diberikan,” tutup Anne.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
.png)





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5746528/original/013133300_1778645752-foto_media__78__2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)








