loading...
Dea Felicia. Foto: Istimewa
NEW YORK - Seorang perempuan bernama Dea Felicia yang menekuni karier sebagai seorang hairstylist tak pernah membayangkan dirinya akan dibawa jauh oleh pekerjaan tersebut hingga ke New York.
Berawal dari keputusan Dea meninggalkan pekerjaan kantoran di Indonesia, hobi yang ditekuni tersebut membawanya ke arah yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan.
Dari perempuan yang sempat merasa jenuh dengan rutinitas kerja, Dea kini membangun karier sebagai hairstylist di New York dan mendapat kesempatan terlibat dalam New York Fashion Week (NYFW).
Baca Juga : Kreator Konten Danu Alqamara Gaet 2 Juta Pengikut di TikTok, Berawal dari Video Slowmo sejak Pandemi
Bukan perjalanan yang sejak awal sudah dirancang dengan rapi. Justru, dunia fashion datang secara tidak sengaja dalam perjalanan Dea sebagai hairstylist.
Dea mengaku ketertarikannya pada dunia rambut sebenarnya sudah muncul sejak duduk di bangku SMP. Saat masih kecil, ia bahkan sempat mengikuti les yang berkaitan dengan rambut.
Namun, saat itu Dea belum cukup yakin untuk menjadikannya sebagai pilihan karier. Kesempatan untuk kembali mengejar ketertarikan tersebut baru datang setelah Dea merasa tidak lagi cocok dengan pekerjaan kantoran yang dijalaninya.
“Aku dulu kerja kantoran seperti orang biasa, you know, pekerjaan lainnya, tapi aku merasa nggak cocok dengan lingkup kerjanya. Aku merasa kayak ada sesuatu yang bisa membuat hidup aku lebih bahagia,” ujar Dea Felicia kepada iNews Media Group, Selasa (22/9/2026).
Baca Juga : Kisah Nail Artist Teman Tuli Menjadi Juru Rias Profesional dan Setara
Dea kemudian mulai memikirkan kembali apa yang sebenarnya ingin ia lakukan. Pada akhir 2023, ia memutuskan kembali menempuh pendidikan di Puspita Martha untuk menekuni ilmu dalam dunia fashion khususnya hairstyling.
Setahun kemudian, Dea terjun secara full time sebagai hairstylist. Menariknya, pada awalnya Dea justru tidak membayangkan dirinya bekerja di industri fashion.
Ia memiliki rencana untuk membuka salon dan membangun bisnis sendiri. Namun rencana itu berubah setelah Dea mengikuti sebuah test shoot dan berkolaborasi dengan sejumlah pekerja kreatif di Indonesia.
Dari sana, ia mulai mendapat kesempatan mengerjakan pemotretan, runway hingga proyek komersial.
.png)






























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9337844/original/002418600_1788259594-0L5A0298.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4079792/original/044506900_1657030031-IMG_20220705_201041.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336928/original/052082000_1788222063-Gemini_Generated_Image_ctt9wmctt9wmctt9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337949/original/038835400_1788266026-Muhammad_Isfandyar_Abdillah_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336758/original/034311900_1788175118-indo_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334902/original/057214100_1787904674-1000420049.jpg)


