Takdir Sudah Ditetapkan, Mengapa Doa Masih Bisa Mengubahnya?

4 hours ago 7

loading...

Dalam sejumlah penjelasan ulama, doa merupakan salah satu sebab yang dapat menjadi jalan datangnya perubahan dalam kehidupan seseorang. Foto ilustrasi/Sindonews

Benarkah doa bisa mengubah takdir seseorang? Pertanyaan ini kerap muncul ketika umat Islam membahas qadha dan qadar. Jika seluruh perjalanan hidup manusia telah berada dalam ketetapan Allah SWT, lalu bagaimana posisi doa dan ikhtiar manusia?

Dalam sejumlah penjelasan ulama, doa merupakan salah satu sebab yang dapat menjadi jalan datangnya perubahan dalam kehidupan seseorang. Karena itu, seorang Muslim tetap diperintahkan untuk berdoa, berusaha, dan tidak menjadikan takdir sebagai alasan untuk berhenti berharap kepada Allah SWT.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لا يرد القدر إلا بالدعاء ولا يزيد العمر إلا البر وإن الرجل ليحرم الرزق بالذنب يصيبه

"Takdir tidak dapat ditolak kecuali dengan doa, umur tidak bertambah kecuali dengan kebajikan, dan seseorang dapat terhalang dari rezeki karena dosa yang dilakukannya." (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Hadis tersebut menjadi salah satu dalil yang kerap digunakan para ulama ketika menjelaskan hubungan antara doa dan takdir.

Takdir dan Ketetapan Allah

Al-Mubarakfuri dalam kitab Tuhfatul Ahwazi menjelaskan persoalan takdir dan ketetapan Allah SWT. Dalam pembahasan qadha dan qadar, para ulama memberikan penjelasan mengenai adanya ketetapan Allah yang bersifat pasti serta ketetapan yang berkaitan dengan sebab-sebab tertentu.

Baca juga: Takdir Baik Diterima, Takdir Buruk Dicela? Begini Hukumnya dalam Islam

Dalam istilah yang digunakan sebagian ulama, terdapat pembahasan mengenai qadha mubram dan qadha mu'allaq. Qadha mubram dipahami sebagai ketetapan Allah yang pasti dan tidak berubah. Sementara qadha mu'allaq berkaitan dengan suatu ketetapan yang dikaitkan dengan sebab tertentu.

Dalam konteks inilah doa, sedekah, silaturahmi, dan berbagai amal kebaikan dipahami sebagai bagian dari sebab yang dapat mengantarkan seseorang kepada suatu keadaan yang berbeda.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online