KEPALA Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman merespons pernyataan eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, soal julukan "Jenderal Baliho". Julukan itu diduga mengarah kepada Dudung yang pernah menurunkan baliho-baliho FPI di Jakarta saat masih menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta atau Kodam Jaya pada 2020.
Menurut Dudung, saat ini dirinya tidak ada masalah dengan Rizieq. "Kalau menurut saya, antara saya dengan Habib Rizieq sudah enggak ada masalah sebetulnya," kata Dudung di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 5 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ia mengklarifikasi bahwa saat dia menurunkan baliho FPI enam tahun lalu, organisasi itu berstatus dibekukan oleh pemerintah. Ia menuding narasi baliho-baliho yang dicopot, seperti revolusi akhlak, cenderung mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.
Dudung juga membantah dirinya mempengaruhi Presiden Prabowo agar menyinggung Yaman dalam salah satu pidatonya. Saat berpidato di Cilacap, Jawa Tengah pada 29 April 2026, Prabowo mempersilakan orang-orang yang ingin kabur dari Indonesia untuk pergi ke Yaman.
Rizieq menuding Prabowo menyinggung Yaman karena terpengaruh "Jenderal Baliho" yang dia tuduh tidak suka dengan negara Timur Tengah tersebut. Dudung membantah telah mempengaruhi pidato Presiden. "Itu bukan dari saya," tuturnya.
Ia pun mengajak semua orang, termasuk Rizieq, untuk menjaga ketenangan di tengah krisis global. "Menurut saya bahwa Pak Rizieq, ya, sudah tualah, sudah sama-sama tua. Ya marilah kita bangun bangsa ini dengan keteduhan, dengan tidak memprovokasi," ucap Dudung.
Mantan kepala staf Angkatan Darat ini berujar seorang yang dikatakan sebagai ulama seharusnya selalu meneduhkan. Pendakwah seperti Rizieq, menurut Dudung, seharusnya bisa berpikir jernih dan tidak menjelekkan orang lain atau berprasangka buruk.
Sebelumnya, Kantor Berita Antara melaporkan, Rizieq menyinggung pidato Presiden Prabowo Subianto soal warga negara Indonesia (WNI) yang menyebut Indonesia Gelap untuk kabur ke Yaman saja. Dalam video di kanal YouTube Islamic Brotherhood Television, Rizieq menyebut bahwa ucapan Presiden telah dipengaruhi oleh seseorang yang dia sebut sebagai "Jenderal Baliho".
.png)














































