Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

4 hours ago 1

loading...

Mantan Menteri Kehakiman Israel Daniel Friedmann sebut Presiden AS Donald Trump telah permalukan PM Benjamin Netanyahu dan Israel dengan penghinaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Foto/Haberler

TEL AVIV - Mantan Menteri Kehakiman Zionis Israel Daniel Friedmann mengatakan bahwa kelemahan politik Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah memungkinkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menuntun Netanyahu dan Israel melalui sebuah “perjalanan penghinaan yang belum pernah terjadi sebelumnya".

Dalam tulisannya di surat kabar Israel; Maariv, pada hari Sabtu, Friedmann menilai konsekuensi perang di Jalur Gaza dan dampaknya terhadap kedudukan internasional dan citra global Israel.

Baca Juga: Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!

"Gambar-gambar yang dilihat oleh jutaan orang di seluruh dunia adalah Jalur Gaza yang hancur, anak-anak yang tewas dan terluka, dan orang-orang yang berkeliaran di antara reruntuhan, tinggal di tenda-tenda di bawah terik matahari atau hujan lebat," tulis Friedmann, yang dikutip Anadolu, Minggu (28/6/2026).

“Ada orang-orang di Israel yang percaya bahwa semua ini melayani kepentingan Israel dan telah memperkuat daya jera Israel,” lanjut dia. “Tetapi itu hanya sebagian kebenaran. Daya jera terbatas yang dicapai harus ditimbang terhadap harga yang tercermin dalam transformasi kesadaran global, termasuk pergeseran di dunia Arab, yang sebagian besar bertentangan dengan kepentingan Israel.”

Dia mengatakan bahwa segera setelah peristiwa 7 Oktober 2023, opini publik global sebagian besar berbalik melawan kelompok perlawanan Palestina; Hamas.

“Namun seiring berjalannya perang dan waktu berlalu, kehancuran di Gaza menggeser diskusi tentang serangan Hamas, dan orang-orang di seluruh dunia, termasuk teman dan sekutu kita, semakin menentang Israel,” imbuh dia.

Kritik terhadap Kekerasan Israel di Tepi Barat

Friedmann berpendapat bahwa pergeseran opini global telah menyebabkan apa yang dia gambarkan sebagai penurunan kedudukan internasional Israel dan meningkatnya dukungan publik untuk posisi Palestina.

Dia juga memperingatkan tentang apa yang disebutnya sebagai “terorisme Yahudi” di Tepi Barat yang diduduki dan mengkritik apa yang digambarkannya sebagai perlakuan tidak adil terhadap penyerang Yahudi dan Arab, bersamaan dengan pernyataan dari para menteri pemerintah dan anggota parlemen koalisi.

“Semua retorika ini merupakan serangan terhadap keamanan Israel, melemahkan kedudukannya, memperkuat musuh-musuhnya, dan meningkatkan risiko sanksi terhadapnya,” tulisnya.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online