FCC Larang Uji Perangkat di Lab China, Industri Smartphone Terdampak

9 hours ago 6

Selular.ID – Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat resmi memajukan proposal yang melarang laboratorium di China menguji perangkat elektronik untuk pasar AS, termasuk smartphone, komputer, dan kamera.

Kebijakan yang disetujui secara bulat pada 30 April 2026 itu berpotensi memicu perubahan besar dalam rantai sertifikasi perangkat global dan menambah tantangan regulasi bagi produsen smartphone yang selama ini mengandalkan fasilitas pengujian di China.

Langkah FCC sebagai lembaga independen dari pemerintah Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas regulasi komunikasi di AS ini merupakan bagian dari perluasan kebijakan pengamanan teknologi Amerika Serikat terhadap keterlibatan China dalam ekosistem telekomunikasi dan elektronik.

Regulasi tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan teknologi antara Washington dan Beijing, terutama dalam isu keamanan jaringan, pengawasan infrastruktur digital, dan kontrol terhadap rantai pasok perangkat elektronik.

FCC menyebut sekitar 75 persen perangkat elektronik yang dipasarkan di Amerika Serikat saat ini menjalani pengujian kepatuhan di laboratorium yang berbasis di China.

Fakta ini menjadi dasar regulator untuk menilai adanya ketergantungan signifikan terhadap fasilitas yang berada di luar yurisdiksi mitra dagang strategis AS.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Ketua FCC Brendan Carr menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari serangkaian langkah yang dirancang untuk memperkuat keamanan jaringan telekomunikasi nasional dan membatasi potensi risiko dari entitas yang dianggap dapat memengaruhi integritas sistem komunikasi Amerika Serikat.

Melalui proposal tersebut, FCC berencana menghentikan pengakuan terhadap laboratorium pengujian di negara-negara yang tidak memiliki Mutual Recognition Agreement (MRA) atau kesepakatan pengakuan timbal balik dengan Amerika Serikat.

China menjadi negara yang paling terdampak oleh perubahan aturan ini karena sebagian besar laboratorium sertifikasi perangkat yang melayani produsen global berada di wilayah tersebut.

Bagi industri smartphone, kebijakan ini memiliki implikasi yang cukup besar.

Sebelum dipasarkan di Amerika Serikat, seluruh perangkat yang menggunakan frekuensi radio seperti ponsel, tablet, laptop, dan perangkat IoT wajib memperoleh sertifikasi FCC.

Sertifikasi ini memastikan perangkat memenuhi standar emisi radio, kompatibilitas spektrum, serta batas interferensi terhadap perangkat lain.

Selama ini, banyak produsen memilih laboratorium di China karena lokasinya dekat dengan pusat manufaktur utama seperti Shenzhen dan kawasan Pearl River Delta.

Kedekatan geografis tersebut mempercepat proses validasi perangkat sebelum dipasarkan secara global.

Jika aturan ini diberlakukan penuh, produsen harus memindahkan proses pengujian ke laboratorium di Amerika Serikat atau negara yang diakui FCC sebagai mitra terpercaya.

Perubahan ini diperkirakan akan menambah biaya operasional dan memperpanjang waktu sertifikasi produk.

Beberapa analis industri menilai tantangan terbesar bukan semata biaya pengujian, melainkan kapasitas laboratorium alternatif yang saat ini belum tentu mampu menampung lonjakan permintaan.

Proses sertifikasi yang lebih panjang berpotensi memperlambat peluncuran perangkat baru di pasar Amerika Serikat.

Dampaknya bisa dirasakan oleh hampir seluruh produsen smartphone global, termasuk perusahaan besar yang memproduksi perangkatnya di China seperti Apple, Samsung, Xiaomi, Oppo, dan Vivo.

Meski banyak dari mereka memiliki jaringan pengujian global, relokasi proses sertifikasi tetap membutuhkan penyesuaian logistik dan operasional.

Kebijakan FCC ini juga memperluas langkah pembatasan sebelumnya. Pada 2025, regulator tersebut telah mencabut pengakuan terhadap sejumlah laboratorium yang terafiliasi langsung dengan pemerintah China.

Proposal terbaru memperluas cakupan hingga seluruh laboratorium berbasis China dan Hong Kong.

Selain larangan pengujian perangkat, FCC dalam waktu yang sama juga memajukan proposal lain yang membatasi operasi pusat data milik China Mobile, China Telecom, dan China Unicom di Amerika Serikat.

Langkah ini menegaskan strategi Washington untuk memperketat pengawasan terhadap infrastruktur digital yang terkait dengan perusahaan China.

Bagi pasar global, keputusan FCC dapat memicu penyesuaian strategi sertifikasi lintas negara.

Produsen kemungkinan akan mulai mendiversifikasi fasilitas pengujian ke negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, Taiwan, atau sejumlah negara Eropa yang memiliki pengakuan regulator Amerika Serikat.

Untuk saat ini, proposal FCC masih memasuki tahap konsultasi publik sebelum ditetapkan sebagai aturan final.

Proses tersebut diperkirakan berlangsung dalam 60 hingga 90 hari, memberi waktu bagi pelaku industri untuk menyampaikan masukan terkait dampak implementasi terhadap rantai pasok elektronik global.

Jika disahkan tanpa perubahan signifikan, kebijakan ini berpotensi menjadi salah satu regulasi paling berpengaruh terhadap industri smartphone global dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam menentukan bagaimana perangkat elektronik diuji, disertifikasi, dan dipasarkan di salah satu pasar teknologi terbesar dunia.

Baca Juga: Tecno Pova 6 Terlihat di FCC dan Konsol Google Play Dengan Fitur Utama

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online