Gempa Myanmar, BNPB Kirim 65 Personel dan Gelontorkan Uang Rp 10,9 Miliar

21 hours ago 5

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa Myanmar. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan memberangkatkan sebanyak 65 personel pada hari ini Kamis, 3 April 2025.

"Sudah diberangkatkan jam 09.00 pagi tadi dari Baseops Halim Perdanakusuma," kata Abdul Muhari saat dihubungi Tempo melalui pesan singkat pada Kamis, 3 April 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Selain personel, terdapat beberapa bantuan lain yang dikirimkan BNPB menuju Myanmar. Abdul Muhari menyebut bantuan tersebut di antaranya 2 unit truk Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), 3 ekor anjing jenis K9, 2 generator setrum, 37 tenda pengungsian, 100 baju BNPB, hingga 600 lembar selimut.

Dia mengatakan untuk bantuan ini lembaganya mengeluarkan uang sebesar Rp 10,9 miliar. Abdul Muhari membeberkan total berat yang dibawa BNPB untuk membantu para korban gempa di Myanmar yaitu sebanyak 59,4 ton menggunakan pesawat.

"Bantuan logistik yang sudah dikirim ada biskuit protein sebanyak 1300 paket, makanan siap saji ada 500 paket, baju, selimut, kasur, meja, jaket, matras, tenda, toilet portabel, lampu solar panel, dan peralatan dapur," ucap dia.

Abdul Muhari mengatakan terdapat instansi lain yang turut mengirimkan bantuan kepada korban bencana gempa di Myanmar. Dia menyebut lembaga ini seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), hingga Palang Merah Indonesia (PMI).

Abdul Muhari mengatakan Kementerian Pertanian mengeluarkan dana bantuan berupa logistik sebesar Rp 479 juta. Sementara, kata dia, Kementerian Kesehatan menggelontorkan uang sebanyak Rp 5,5 miliar bantuan kesehatan untuk para korban bencana gempa di Myanmar.

"Kementerian Pertanian ada susu protein, sosis siap saji, minyak goreng yang totalnya mecapai 18.2 ton. Sementara Kementerian Kesehatan seperti obat-obatan, peralatan yang beratnya sampai 13.3 ton," kata Abdul Muhari.

Ia mengatakan Baznas mengeluarkan uang sebesar Rp 2,4 miliar untuk membantu para korban gempa di Myanmar. Abdul Muhari mengatakan pertolongan itu seperti tenda, generator setrum, alat kebersihan, hingga terpal.

Sementara itu, Palang Merah Indonesia turut memberikan kontribusinya seperti menyediakan body bag, sarung, selimut, hingga alat kebersihan. Abdul Muhari mengatakan PMI mengeluarkan uang sebanyak Rp 880 juta dengan total berat yang dibawa sebesar 4,1 ton.

"Rumah Zakat seperti kornet sapi, rendang sapi yang beratnya sampai 5 ton dengan nilai Rp 275 juta. Artha Graha Peduli ada air mineral, selimut, handuk, terpal, P3K, lampu LED, kantong tidur beratnya mencapai 4,5 ton dengan nilai Rp 333 juta," ujarnya.

Sebelumnya, gempa Myanmar bermagnitudo 7,7 mengguncang negara yang tengah dilanda konflik itu pada Jumat, 28 Maret 2025. Menurut laporan junta militer pada Minggu, bencana ini menyebabkan sekitar 1.700 korban jiwa, 3.400 orang mengalami luka-luka, dan lebih dari 300 orang masih dinyatakan hilang. Gempa kembar (doublet) yang terjadi di daratan ini tidak hanya menyebabkan kehancuran di Myanmar tetapi juga berdampak di Thailand.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online