Hadiri Forum UCLG ASPAC, Wali Kota Kendari Dorong Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

4 hours ago 1

INFO TEMPO - Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menghadiri kegiatan Laboratorium Pembelajaran dan Inovasi Antarkota: Praktik Pengelolaan Sampah atau City-to-City Learning and Innovation Lab: Waste Management Practices di Margo City Hotel, Kota Depok, pada Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) bersama Pemerintah Kota Depok dan berlangsung selama dua hari.

Siska bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota berkumpul untuk bertukar pengalaman dan merumuskan solusi pengelolaan sampah perkotaan yang lebih terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini membahas penguatan kebijakan daerah, koordinasi kelembagaan, pemilahan sampah dari sumber, serta inovasi pengelolaan sampah yang dapat dikembangkan dan direplikasi di berbagai kota.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sebagai Wali Kota Kendari, Siska berujar bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan pengangkutan dan pemrosesan akhir. Pemerintah daerah perlu membangun sistem yang menyeluruh, mulai dari pengurangan timbulan, pemilahan dari sumber, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali sampah sebagai sumber daya ekonomi.

“Pengelolaan sampah harus bergerak dari pola kumpul, angkut, dan buang menuju sistem yang terintegrasi dan berbasis ekonomi sirkular. Hal ini membutuhkan kebijakan yang kuat, kelembagaan yang jelas, dukungan pembiayaan, teknologi yang sesuai, serta perubahan perilaku masyarakat,” ujarnya dalam forum tersebut.

Pemerintah Kota Kendari, kata dia, terus memperkuat koordinasi antara perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat. Penguatan tersebut diarahkan pada peningkatan cakupan layanan persampahan, pemilahan sampah dari rumah tangga, pengembangan bank sampah dan TPS 3R, pengolahan sampah organik, serta penjajakan teknologi pengolahan sampah yang sesuai dengan karakteristik dan kemampuan daerah.

Siska mengatakan, keberhasilan pengelolaan sampah juga sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Karena itu, edukasi, pemberdayaan komunitas, pemberian insentif, serta pelibatan perempuan, generasi muda, kelompok rentan, dan sektor informal perlu menjadi bagian dari kebijakan persampahan.

“Sampah bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan, lingkungan, perubahan iklim, ketahanan kota, dan peluang ekonomi. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi dengan masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan mitra pembangunan menjadi kunci,” ujarnya.

Forum ini juga mengulas berbagai aspek, mulai dari inovasi pembiayaan, pengelolaan sumber daya, pengembangan model bisnis bank sampah dan fasilitas pengolahan, pemanfaatan material daur ulang, hingga integrasi prinsip kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial dalam pengelolaan persampahan. Siska turut didampingi oleh Kepala Bappeda Kota Kendari, Kepala BRIDA Kota Kendari, serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kendari.

Kepala Bappeda Kota Kendari Muhammad Saiful menyampaikan bahwa pembelajaran dari kegiatan tersebut akan menjadi bahan untuk memperkuat integrasi program persampahan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala BRIDA Kota Kendari Seko Kaimuddin berujar akan mendukung pengembangan inovasi dan kajian kebijakan, sedangkan DLHK berperan dalam penerapan teknis dan penguatan layanan pengelolaan sampah di lapangan.

Selain dialog kebijakan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok tematik mengenai teknologi dan praktik pengelolaan sampah, tata kelola, kebijakan dan pembiayaan, serta kunjungan lapangan ke fasilitas pengolahan sampah di Kota Depok pada Rabu, 29 Juli 2026. Lokasi kunjungan meliputi fasilitas pengolahan sampah organik berbasis maggot di Kelurahan Jatijajar dan praktik pengelolaan minyak jelantah serta sampah berbasis masyarakat di Kelurahan Baktijaya.

Keikutsertaan Pemerintah Kota Kendari dalam forum ini diharapkan memperkuat jejaring kerja sama antarkota, membuka peluang kemitraan, serta menghasilkan praktik dan inovasi yang dapat diadaptasi dalam mendukung terwujudnya Kota Kendari yang bersih, sehat, tangguh, dan berkelanjutan. (*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online