loading...
Dalam surat Ali-Imran ayat 152 dan 155, juga Al-Maidah ayat 95 dan 101, ternyata tidak ditemukan satu ayat pun yang menganjurkan agar meminta maaf, tetapi yang ada adalah perintah untuk memberi maaf. Foto ilustrasi/ist
Halalbilhalal sangat populer di perayaan Idulfitri ini. Saling memaafkan dan bersilaturahmi seperti tradisi rutin di hari kemenangan tersebut. Bagaimana sebenarnya halalbilhalal ini dalam pandangan Al Quran?
Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya berjudul Wawasan Al-Qur’an , Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat, mengatakan kata al-'afw atau maaf terulang dalam Al-Quran sebanyak 34 kali. Kata ini pada mulanya berarti berlebihan, seperti firman-Nya:
Mereka bertanya kepadamu tentang hal yang mereka nafkahkan (kepada orang). Katakanlah, "al-'afw" (yang berlebih dari keperluan) ( QS Al-Baqarah [2]: 219 ).
Menurut Quraish Shihab , yang berlebih seharusnya diberikan agar keluar. Keduanya menjadikan sesuatu yang tadinya berada di dalam (dimiliki) menjadi tidak di dalam dan tidak dimiliki lagi. Akhirnya kata al-'afw berkembang maknanya menjadi keterhapusan. Memaafkan, berarti menghapus luka atau bekas-bekas luka yang ada di dalam hati.
Membandingkan ayat-ayat yang berbicara tentang tobat dan maaf, ditemukan bahwa kebanyakan ayat tersebut didahului oleh usaha manusia untuk bertobat. Sebaliknya, tujuh ayat yang menggunakan kata 'afa, dan berbicara tentang pemaafan semuanya dikemukakan tanpa adanya usaha terlebih dahulu dari orang yang bersalah.
Baca juga: Menelusuri Jejak Sejarah Islam: 9 Peristiwa Penting di Bulan Syawal
Perhatikan ayat-ayat berikut:
“Allah mengetahui bahwa kamu tadinya mengkhianati dirimu sendiri (tidak dapat menahan nafsumu sehingga bersetubuh di malam hari bulan Ramadan dengan dugaan bahwa itu haram) maka Allah memaafkan kamu”. ( QS Al-Baqarah [2]: 187 ).
“Allah memaafkan kamu, mengapa engkau memberi izin kepada mereka, sebelum engkau mengetahui orang-orang yang benar (dalam alasannya) dan sebelum engkau mengetahui pula para pembohong?" ( QS Al-Tawbah [9]: 43 ).
"Balasan terhadap kejahatan adalah pembalasan yang setimpal, tetapi barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik, ganjarannya ditanggung oleh Allah" ( QS Al-Syura [42]: 40 ).
.png)

















































