Harga Bitcoin dari Rp2 M Tiba-Tiba Melemah ke Rp1,9 M, Apakah Pasar Crypto Akan Terkoreksi?

2 weeks ago 14

Jakarta, Pintu News – Pasar cryptocurrency dikejutkan oleh pergerakan tiba-tiba pada Bitcoin pada 14 Agustus 2025. Setelah mencatatkan harga tertinggi sepanjang masa di $124.500 (sekitar Rp2,01 miliar), harga Bitcoin mendadak anjlok lebih dari $5.000 dalam hitungan menit, menembus batas $118.000 (sekitar Rp1,90 miliar).

Fluktuasi harga yang sangat tajam ini membuat lebih dari 200.000 trader mengalami likuidasi dalam sehari, dengan total nilai likuidasi yang mendekati $1 miliar atau sekitar Rp16,15 triliun. Selain Bitcoin, sebagian besar altcoin juga ikut mengalami penurunan tajam, menyebabkan kerugian besar bagi para trader yang over-leveraged.

1. Apa yang Menyebabkan Anjloknya Harga Bitcoin?

Bitcoin (BTC) mengalami penurunan yang tajam meskipun sebelumnya mencatatkan harga tertinggi di atas $124.500 (sekitar Rp2,01 miliar). Pergerakan ini terjadi dengan sangat cepat, membuat harga turun lebih dari $5.000 dalam waktu singkat.

Para analis mencatatkan adanya pola double rejection di level $120.000, yang menandakan bahwa Bitcoin mengalami kesulitan untuk menembus resistance kuat tersebut. Volume perdagangan yang rendah saat upaya breakout menunjukkan kurangnya minat beli, yang semakin memperburuk kondisi pasar.

2. Altcoin Ikut Mengalami Penurunan

Tak hanya Bitcoin, sebagian besar altcoin juga mengikuti penurunan tajam, dengan Ethereum , XRP, Solana , dan Dogecoin mengalami penurunan hingga 2-3% dalam waktu singkat. Altcoin yang sebelumnya meraih kenaikan signifikan, kini berbalik arah mengikuti jejak Bitcoin.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar cryptocurrency sedang mengalami koreksi besar-besaran, yang berdampak langsung pada aset-aset dengan volatilitas tinggi. Bagi trader yang memiliki posisi leverage besar, penurunan ini sangat merugikan.

Baca Juga: 10 Crypto Airdrop Telegram 2025: Cara Klaim Token Gratis dari Telegram hingga DeFi

3. Apa yang Menyebabkan Krisis Likuidasi Besar-Besaran?

Sejak aksi jual yang besar oleh Bitcoin, nilai likuidasi di pasar cryptocurrency melonjak mencapai lebih dari $930 juta (sekitar Rp15 triliun) pada satu hari terakhir. Sebagian besar likuidasi ini disebabkan oleh posisi over-leveraged yang tidak dapat bertahan ketika harga berbalik turun.

Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa lebih dari 207.000 trader terjebak dalam posisi merugi akibat pergerakan harga yang tajam ini. Likuidasi ini menunjukkan tingginya tingkat spekulasi di pasar dan kerentanannya terhadap pergerakan harga yang tiba-tiba.

4. Faktor Eksternal yang Mungkin Memengaruhi Pasar

Walaupun ada berita positif mengenai diplomasi Rusia dan Ukraina yang kemungkinan dapat mendorong ketenangan geopolitik, banyak analis percaya bahwa lonjakan inflasi yang baru saja diumumkan menjadi faktor yang lebih berpengaruh terhadap penurunan harga. Inflasi yang tinggi, yang tercatat sebagai yang terbesar dalam tiga tahun terakhir, memberi tekanan pada aset berisiko seperti cryptocurrency.

Ketidakpastian ekonomi global ini memperburuk kondisi pasar, menyebabkan banyak investor memilih untuk mengamankan aset mereka dan mengurangi eksposur ke pasar cryptocurrency yang sangat volatil.

5. Likuidasi dan Dampaknya Terhadap Pasar Crypto CoinGlass

Seiring dengan likuidasi yang semakin meningkat, pasar cryptocurrency terlihat semakin tertekan. Proses likuidasi dalam jumlah besar ini menyebabkan banyak posisi long yang dibuka oleh trader gagal dipertahankan, dan ini mendorong harga lebih lanjut turun. Dengan hampir $460 juta (sekitar Rp7,44 triliun) likuidasi terjadi dalam beberapa jam terakhir, pasar crypto terlihat semakin rentan terhadap penurunan lebih lanjut.

Keputusan investor untuk menjual atau menutup posisi mereka untuk menghindari kerugian lebih lanjut menciptakan lebih banyak tekanan jual. Sementara itu, para whale atau pemain besar di pasar sedang memanfaatkan kesempatan ini untuk mendistribusikan aset mereka sebelum harga semakin turun.

6. Apa yang Harus Dilakukan Investor di Tengah Ketidakpastian Pasar?

Bagi investor, pasar yang tidak stabil seperti ini mengharuskan mereka untuk berhati-hati. Penurunan harga Bitcoin yang cepat dapat menandakan bahwa pasar sedang memasuki fase koreksi besar-besaran.

Investor sebaiknya memantau level teknikal penting pada Bitcoin dan Ethereum, serta mempertimbangkan untuk mengurangi eksposur terhadap posisi leverage yang berisiko tinggi. Menggunakan manajemen risiko yang baik, seperti stop-loss, juga sangat penting untuk melindungi modal dalam pasar yang sangat volatil ini.

Baca Juga: 7 Perkembangan Ethereum (ETH) yang Patut Diantisipasi di 2025

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga bitcoin hari iniharga solana hari inipepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online