Hasan Nasbi Kembali ke Kabinet Prabowo setelah Satu Tahun

4 hours ago 4

MANTAN kepala Kantor Komunikasi Presiden atau Presidential Communications Office (PCO), Hasan Nasbi, kembali ke lingkaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hasan, yang mengundurkan diri dari PCO pada 21 April 2026, kini dilantik Prabowo menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

Pelantikan berlangsung pada Senin, 27 April 2026 atau sekitar satu tahun setelah Hasan menyampaikan surat pengunduran diri dari PCO. "Hari ini saya ditugaskan oleh Bapak Presiden sebagai penasihat khusus bidang komunikasi dan media," kata Hasan seusai pelantikan di Istana Kepresidenan Jakarta.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Hasan, dirinya akan bertugas sebagai pembantu Prabowo. Dia akan bekerja sama dengan Badan Komunikasi Pemerintah atau Bakom, nama baru PCO, hingga Kementerian Komunikasi dan Digital dalam menjalankan tugas penasihat khusus.

Tujuannya, kata Hasan, adalah untuk memperkuat komunikasi pemerintah. "Supaya pesan-pesan yang ingin ke publik itu bisa lebih baik lagi, bisa jauh lebih sampai dan bisa dipahami oleh masyarakat," tuturnya.

Hasan menyebut juga ingin mengklarifikasi berita-berita tidak benar. "Termasuk juga mungkin nanti dari pemerintah tentu akan dan harus juga meluruskan hal-hal, berita-berita, pemahaman atau informasi yang tidak benar terhadap pemerintah," ucap dia.

Di sisi lain, Hasan menyampaikan bahwa perannya belum mencakup menjadi juru bicara pemerintah. Saat ini, kata dia, tugas itu diemban Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Kepala Badan Komunikasi Muhammad Qodari.

Meski begitu, Hasan menyatakan siap jika suatu waktu diminta berbicara atas nama pemerintah oleh Prabowo. "Kalau diperintahkan Presiden untuk maju lagi, ketemu dengan teman-teman media, kita juga insya Allah siap. Nanti kita sering ketemu," ujarnya.

Hasan Nasbi sebelumnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Presiden pada akhir April tahun lalu. Meski alasannya tak diungkap secara spesifik, pengunduran diri Hasan terjadi setelah dia memberikan pernyataan yang menuai kontroversi.

Pada pertengahan Maret, Tempo mengalami sederet teror. Teror terdiri dari kiriman paket kepala babi tanpa telinga, bingkisan berisi enam tikus mati dengan kepala terpotong, hingga kejahatan digital berupa doksing terhadap Francisca Christy Rosana, jurnalis desk politik dan salah satu host siniar Bocor Alus.

Merespons teror tersebut, Hasan menyarankan agar kepala babi dimasak. “Sudah dimasak saja,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Maret 2025.

Pernyataan tersebut didasarkan pada respons Cica di media sosial X, yang dianggap Hasan sebagai lelucon. Ia berpendapat bahwa jika korban sendiri tidak merasa terancam, maka insiden ini sebaiknya tidak dibesar-besarkan. “Saya lihat medsos Cica. Dia minta dikirim daging babi. Artinya dia tidak terancam. Dia bisa bercanda. Kirimin daging babi dong,” kata Hasan.

Hasan juga mempertanyakan apakah kepala babi yang dikirim benar-benar merupakan ancaman atau hanya sekadar lelucon. “Apakah itu beneran seperti itu? Atau cuma jokes? Karena mereka menanggapinya dengan jokes,” ujar Hasan Nasbi.

Presiden Prabowo mengakui ucapan Hasan Nasbi soal teror kepala babi ke kantor Tempo salah. "Itu ucapan yang menurut saya teledor, itu ya keliru, saya kira Beliau menyesal," kata Prabowo dalam wawancara di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 6 April 2025.

Hendrik Yaputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online